Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Jul 2019 11:14 WIB

Lipsus Bisnis Tamiya

Tak Kalah dari Game Online, 4WD Tamiya Masih Eksis

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Bisnis Tamiya (Herdi Alif Alhikam) Foto: Bisnis Tamiya (Herdi Alif Alhikam)
FOKUS BERITA Cari Cuan dari Tamiya
Jakarta - Di tengah gempuran game digital beberapa mainan mulai kehilangan penggemarnya. Namun, tidak dengan tamiya. Mobil rakitan mini 4WD ini masih memiliki peminat yang cukup banyak.

Memang tidak terlalu lihat di permukaan, namun masih banyaknya toko-toko tamiya yang buka menunjukkan bahwa tamiya masih memiliki peminat. Toko Dolphin Tamiya Kalibata contohnya, toko yang telah berdiri sejak 2017 ini hingga kini masih diserbu para pemain tamiya.

Penanggung jawab toko Reza menceritakan bahwa sampai sekarang tamiya justru terus berkembang. Bagi peminatnya, perkembangan ini yang menjadi alasan untuk terus bermain. Kalau kata Reza ide tidak pernah putus, asyiknya main tamiya adalah mengeksplor dan mengembangkan rakitan si mobil mini ini.

"Makin berkembang ya kalau saya bilang, part-nya makin banyak, barang makin bisa dikembangkan. Nggak pernah putus ide gitu lho kita, ada aja settingan ini settingan itu," kata Reza waktu tokonya dikunjungi detikFinance.


Reza juga sempat bercerita, meski yang ia jual adalah mainan, kebanyakan pelanggannya justru orang dewasa. Latar belakangnya pun beragam rupa, mulai dari karyawan terendah, sampai bos-bos pun ada. Lucunya, kalau kata Reza, pemain tamiya sekarang adalah orang yang dulu ingin main tamiya tapi tidak mampu membelinya.

"Kebanyakan ya yang main tamiya ini, biasanya orang yang dulu ingin main tapi nggak mampu beli, sekarang dia puas-puasin dah tuh," kata Reza.

Lebih lanjut Reza meneyebutkan salah satu faktor yang membuat tamiya masih banyak peminatnya adalah kompetisi. Menurutnya, di satu sisi kompetisi menjadi ajang unjuk gigi dan memang menyenangkan, kompetisi pun memberikan hadiah yang cukup menggiurkan.

"Kok bisa tambah ramai, satu fun orang berkumpul main ya gimana nggak fun sih, kedua faktor hadiah dari kompetisi itu lumayan menarik ya hadiahnya, belum lagi bisa wakilin Indonesia ke luar negeri," sebut Reza.


Toko Brother Tamiya contoh lainnya, toko yang berada di bilangan Cijantung, Jakarta Timur ini masih berdiri kokoh sejak 2012. Feri pemiliknya juga mengaku tidak pernah merasa kehilangan pelanggan.

Tidak berbeda dengan Reza, di toko Feri kebanyakan memang pelanggannya adalah orang dewasa. Menurut Feri karena tamiya memang mainannya orang kelahiran tahun 80-90an.

"Komunitas juga kan makin rame, pemulanya juga makin banyak ya. Ya ini kan memang mainan angkatan kita ini 80-90an, orang-orang udah kerja, konsumen kebanyakan dewasa penghasilan juga udah ada," kata Feri saat dikunjungi detikFinance beberapa waktu lalu.


Tonton juga video Topreneur terbaru soal bisnis papan skateboard buluk di sini:

(das/das)
FOKUS BERITA Cari Cuan dari Tamiya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com