BUMI Sajikan Pembukuan Neraca Keuangan Dolar 2006
Selasa, 18 Okt 2005 11:20 WIB
Jakarta - Dianggap lebih merefleksikan bisnis intinya, PT Bumi Resouces Tbk (BUMI) mengubah neraca keuangannya yang semula memakai rupiah kedalam dolar AS untuk laporan keuangan 2006.Untuk kepentingan itu, Bumi telah mengajukan permohonannya ke Ditjen Pajak pada September lalu. BUMI merupakan salah satu pemain terbesar di industri batubara setelah membeli PT Kaltim Prima Coal (KPC). "Perubahan ini karena dengan pembukukan dolar AS lebih merefleksikan core business (bisnis inti) BUMI, apalagi semua pendapatan dan pengeluaran dalam mata uang dolar," kata Direktur Keuangan BUMI, Eddie J Soebari ketika dihubungi detikcom, Selasa (18/10/2005).Menurut Eddie, laporan keuangan yang disajikan dalam mata uang dolar AS baru bisa terlaksana untuk periode tahun 2006."Kalau laporan keuangan tahun ini masih rupiah, karena untuk perubahan pemakaian mata uang harus dilaporkan ke Ditjen Pajak satu tahun sebelumnya," jelas Eddie.Perseroan, ungkap Eddie, telah memenuhi persyaratan untuk mengubah pembukuannya. Saat ini Bumi juga sudah menyiapkan jawaban jika Ditjen Pajak meminta penjelasan. Sedangkan Corporate Secretary BUMI, Geroad P.A Jusuf dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (18/10/2005) mengatakan, perseroan telah memenuhi definisi mata uang fungsional, sebagaimana dimaksud pada paragraf 8 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 52.Geroad mengungkapkan, rata-rata penjualan ekspor dari tahun 2003 sampai Juni 2005 telah mencapai 96 persen. Pada periode yang sama rata-rata penjualan perseroan dengan denominasi dolar AS telah mencapai 98 persen dan rata-rata biaya perseroan dengan denominasi dolar AS juga telah mencapai 90 persen.Selain itu, transaksi dalam dolar AS juga terkonsentrasi di anak perusahaan perseroan yang bergerak dibidang pertambangan, yang terlihat melalui laporan keuangan masing-masing anak perusahaan. Sampai semester satu 2005, BUMI membukukan penjualan konsolidasi Rp 6,72 triliun atau naik 61,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2004 senilai Rp 4,16 triliun. Laba usaha melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 2,20 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,02 triliun.Walaupun terjadi penambahan beban lain-lain hingga Rp 451,87 miliar dari sebelumnya Rp 433,08 miliar, BUMI mampu meraup laba bersih sebesar Rp 1 triliun atau naik 179,3 persen dibanding semester pertama tahun lalu Rp 358,15 miliar.
(ir/)










































