Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 18:59 WIB

Rugi Rp 2,4 T di 2018, Garuda Bisa Untung Tahun Ini?

Trio Hamdani - detikFinance
Pesawat Garuda Indonesia/Foto: Hasan Alhabshy Pesawat Garuda Indonesia/Foto: Hasan Alhabshy
Tangerang - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merugi pada 2018 setelah merevisi laporan keuangannya. Perusahaan mencatatkan net loss atau rugi bersih sebesar US$ 175,028 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun (kurs Rp 14.000), berbeda dari sajian sebelumnya, di mana dicatatkan laba sebesar US$ 5,018 juta.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, pihaknya memperkirakan tahun ini bakal mencetak laba sebesar US$ 70 juta.

"Guidance kita akhir tahun kita akan berusaha mencapai nett profit US$ 70 juta," kata dia dalam publik ekspose di Kantor Pusat Garuda, Tangerang, Jumat (26/7/2019).


Pihaknya optimistis lantaran pada Kuartal I-2019 berhasil mencatatkan laba yang benar-benar mengandalkan pendapatan operasional. Pada Kuartal I-2019, pihaknya mencatatkan laba US$ 19,7 juta. Sementara untuk Kuartal II-2019 dia belum bisa menyampaikan

"Memang Kuartal II belum bisa saya sampaikan angkanya. Tapi laporan keuangan Juni akan kami sampaikan ke OJK dan Bursa (BEI) selambat-lambatnya Rabu 31 juli 2019," jelasnya.

Pihaknya juga meyakini laporan keuangan Kuartal III nanti akan lebih baik lagi. Itu seiring tercatatnya pendapatan dari penerbangan haji.

"Di Kuartal III insyaallah akan lebih lagi, karena sejak Juli 2019 pendapatan dari haji sudah akan masuk menjadi bagian dari total pendapatan di Garuda, sehingga Kuartal III akan lebih baik dari Kuartal I-2019," tambahnya.


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan kondisi perusahaan masih dalam keadaan baik meskipun laporan keuangan 2018 merugi. Pihaknya menepis adanya isu bakal bangkrut.

"Berita yang sebelumnya terdengar menakutkan Garuda akan bangkrut, saya sampaikan tidak ada," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal dalam publik ekspose di Kantor Pusat Garuda, Cengkareng, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Dia juga menjelaskan, sampai hari ini pihaknya tidak pernah telat membayar pinjaman kepada kreditur.

"Semua financial governance terpenuhi dan semua pembayaran kepada kreditur selalu tepat waktu," jelasnya.

Hingga saat ini perbankan yang menjadi kreditur ke perusahaan tidak ada yang menyetop fasilitasnya. Artinya keuangan Garuda dinilai masih aman walaupun rugi pada 2018.


Dia juga mengatakan, investor Garuda Indonesia sudah diberi penjelasan mengenai kondisi keuangan perusahaan.

"Investor pun saya sudah bicara, beberapa investor asing. Saya sudah jelaskan," tambahnya.

Dalam kaitan penyajian ulang Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia mencatatkan net loss atau rugi bersih sebesar US$ 175,028 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun (kurs Rp 14.000). Laporan ini berbeda dari sajian sebelumnya, di mana dicatatkan laba sebesar US$ 5,018 juta.

Dalam laporan keuangan Garuda 2018 yang disajikan kembali, pendapatan usaha tercatat sebesar US$ 4,37 miliar, tidak mengalami perubahan dari laporan pendapatan sebelumnya. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya (pendapatan lain-lain) terkoreksi menjadi US$ 38,8 juta dari sebelumnya US$ 278,8 juta.


Rugi Rp 2,4 T di 2018, Garuda Bisa Untung Tahun Ini?


Simak Video "Garuda Indonesia Perkenalkan Armada Barunya, Yuk Intip!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com