Terseret Bursa Regional, IHSG Jeblok 19 Poin
Rabu, 19 Okt 2005 16:38 WIB
Jakarta - Anjloknya pasar saham di bursa regional ikut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jeblok 19,961 poin pada level 1.075,912. Muramnya bursa regional ini karena khawatir harga minyak akan naik akibat munculnya badai Wilma.Bursa regional seperti indeks Nikkei, Hang Seng, Bursa Singapura dan Kuala Lumpur pada penutupan Rabu ini (19/10/2005) rata-rata turun 1-2 persen, mengikuti merosotnya indeks Dow Jones."Penurunan lebih banyak dipicu oleh faktor anjloknya pasar regional yang turun hingga 2 persen, karena antisipasi kenaikan harga minyak bumi akibat badai Wilma," kata Edwin Sebayang, analis dari Evergreen Capital, Rabu (19/10/2005).Di sisi lain menjelang libur panjang lebaran investor juga cenderung melakukan aksi ambil untung. Selain saham unggulan seperti sektor telekomunikasi dan otomotif, penurunan indeks juga dipicu oleh meluncurnya saham-saham pertambangan.Namun Edwin, menilai penurunan saham pertambangan tidak terkait langsung dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan pungutan ekspor batu bara sebesar 5 persen.Indeks LQ-45 turun 5,234 poin pada level 230,409, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,583 poin pada level 184,077, Main Board Index (MBX) turun 5,501 pada level 293,633 dan Development Board Index (DBX) turun 3,858 poin pada level 219,401.Transaksi saham mencatat frekuensi yang terjadi sebanyak 11.296 kali, pada volume 2.933.533 lot saham, senilai Rp 1,034 triliun. Sebanyak 25 saham naik, 87 saham turun dan 251 saham stagnan.Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 9.350, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 300 menjadi Rp 5.200, Asahimas Flat Glass (AMFG) turun Rp 200 menjadi Rp 3.675, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.400, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 5.200.Saham-saham pertambangan juga mengalami penurunan seperti International Nickel (INCO) INCO turun Rp 150 menjadi Rp 15.100, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 75 menjadi Rp 3.550, Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 70 menjadi Rp 1.730, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.750, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 30 menjadi Rp 790, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 30 menjadi Rp 750, Timah (TINS) turun Rp 30 menjadi Rp 1.680. Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.800, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 menjadi Rp 5.650, Voksel Electric (VOKS) naik Rp 55 menjadi Rp 335, Sari Husada (SHDA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.400, Intraco Penta (INTA) naik Rp 40 menjadi Rp 660.
(ir/)











































