Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 19:10 WIB

Rugi Pemilik TvOne dan ANTV Melonjak Jadi Rp 233 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), perusahaan pengelola stasiun tv milik Grup Bakrie telah menyampaikan kinerja keuangannya. Hasilnya perusahaan masih merugi bahkan bertambah besar.

Melansir keterbukaan informasi, pada semester I-2019 VIVA menderita kerugian hingga Rp 233,3 miliar. Rugi itu membengkak dari posisi semester I-2019 yang ruginya mencapai Rp 204 miliar.

Pendapatan usaha VIVA juga tercatat turun dari posisi semester I-2018 sebesar Rp 1,37 triliun menjadi Rp 1,1 triliun.


Total beban usaha perusahaan sebenarnya turun tipis dari Rp 1,11 triliun jadi Rp 1,10 triliun. Laba usaha perusahaan pun turun drastis dari Rp 256,5 miliar menjadi Rp 10,46 miliar.

Total aset perusahaan hingga akhir Juni 2019 tercatat sebesar Rp 8,4 triliun. Angka itu naik dari posisi akhir 2018 sebesar Rp 8 triliun.

Tapi total liabilitas juga naik dari posisi akhir 2018 sebesar Rp 6,3 triliun menjadi Rp 6,9 triliun di akhir Juni 2018.


VIVA sendiri merupakan pemilik dari stasiun tv tvOne dan ANTV.

Sementara itu menurut siaran pers VIVA, terkait dengan kinerja keuangan semester I-2019, perseroan membukukan perbaikan kinerja pada kuartal 2 2019 ini dimana pendapatan kuartal II- 2019 mencapai Rp 594,6 miliar dibandingkan dengan pendapatan kuartal I-2019 yang sebesar Rp 522,9 miliar atau tumbuh 14%.

Pertumbuhan pendapatan tersebut meningkatkan EBITDA yang tumbuh 20% dari Rp 25,6 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 30,7 miliar pada kuartal II-2019. Langkah-langkah VIVA Group dalam memperkuat kehadirannya di ranah digital akan menambah daya tarik dari VIVA Group untuk menarik para pengiklan untuk beriklan di media platform VIVA Group karena VIVA Group dapat memberikan pelayanan iklan 360 derajat, yaitu pengiklanan melalui platform TV FTA, digital serta off-air dari acara-acara Meet & Greet yang rutin diadakan oleh ANTV serta acara-acara off-air dari One Pride MMA dan One Prix.

"Ke depannya, kami juga akan mengembangkan konten-konten secara in-house dan joint production yang hak kepemilikan intelektualnya dimiliki perusahaan sehingga konten-konten
tersebut dapat dimonetisasi diberbagai platform yang kami miliki," ujar Presiden Direktur PT.Visi Media Asia Tbk Anindya Novyan Bakrie, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2019).

Simak Video "Ilmuwan Manfaatkan Laba-laba Perangi Keganasan Nyamuk Malaria"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com