Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Agu 2019 11:10 WIB

Habis-habisan Beli Pertagas, PGN Mau Terbitkan Surat Utang Global

Danang Sugianto - detikFinance
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso/Foto: Danang Sugianto Direktur Utama PGN Gigih Prakoso/Foto: Danang Sugianto
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berniat untuk menerbitkan surat utang global atau global bond. Pendanaan itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan setelah habis-habisan membeli Pertagas.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, saat mengakuisisi 51% saham Pertagas dari PT Pertamina (Persero) seluruhnya menggunakan uang perusahaan tidak sepeser pun dari pinjaman. Akuisisi tersebut merupakan mandat saat dibentuknya Holding BUMN Migas.

"Untuk akuisisi Pertagas memang kita gunakan dana sendiri sampai US$ 1,3 miliar," ujarnya dalam acara Ngopi BUMN di SG8 Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (8/8/2019).


Untuk kembali menyeimbangkan keuangan perusahaan, PGN sendiri sudah mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri sebesat US$ 350 juta. Pinjaman yang bersifat jangka pendek itu untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditures/capex) PGN yang mencapai sekitar US$ 500 juta.

"Jadi kita gunakan ini (pinjaman Bank Mandiri) untuk bridging dulu untuk keperluan capex kita yang sampai US$ 500 jutaan. Namun realisasi semester I di bawah itu" terangnya.

Namun pinjaman itu tentu tidak cukup, perusahaan tengah mencari pendanaan yang bersifat jangka panjang dan murah. Salah satu alternatif yang tengah dilirik perusahaan adalah global bond.

"Memang kalau ada kebutuhan kita lebih sounding ke market lagi. Karena market-nya lagi bagus ya," ucapnya.


Ketertarikan PGN untuk menerbitkan global bond lantaran melihat BUMN lainnya yang lebih dulu menerbitkan surat utang serupa, seperti PLN dan induk holdingnya PGN yakni Pertamina.

"Iya dengan keberhasilan Pertamina dan PLN, lalu bunga bagus, jangka waktunya 10-30 tahun, sebenarnya kita ingin juga si. Karena bridging US$ 350 juta ini kan jangka pendek dan harus diganti dengan yang lebih panjang," tutupnya.

Simak Video "Ada Pipa Gas Bocor, Jalan MT Haryono Cawang Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com