Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Agu 2019 15:00 WIB

Wakaf Saham Dinilai Jadi Prospek Pertumbuhan Pasar Syariah

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Pasar modal syariah semakin berkembang di Indonesia dan senantiasa menawarkan inovasi terutama dalam moodnya memberikan sejumlah pilihan produk untuk investor. Salah satu produk pasar modal syariah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah wakaf saham.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan jumlah investor saham syariah saat ini sudah hampir mencapai 6℅ dari total investor saham di BEI dan setiap tahunnya terus bertumbuh signifikan.


"Saat ini perkembangan pasar modal syariah sangat menarik. Ini terlihat dari peningkatan jumlah investor syariah di Indonesia pada tahun 2011 hanya terdapat 500 investor syariah di Indonesia, dan saat ini per 30 Juni 2019, jumlah investor syariah telah meningkat menjadi 55.229 investor. Luar biasa peningkatan nya, atau naik sekitar 100 kali lipat dibanding tahun 2011," ujar Inarno saat peluncuran program wakaf saham di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Menurut Inarno, fenomena tersebut menujukkan kepercayaan masyarakat kepada investasi di pasar modal syariah semakin meningkat. Dengan kata lain, pasar modal syariah memiliki banyak sekali potensi untuk berkembang menjadi lebih besar.

"Oleh karena itu, kita juga patut menjaga agar pasar modal syariah ini tetap terpercaya bagi investor yang ingin berinvestasi, termasuk yang juga ingin investasi amal jariah, " ujarnya.

Potensi inilah yang digarap oleh BNI Sekuritas yang berkolaborasi dengan Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (GW-ACT) dengan meluncurkan program Wakaf saham.

Menurut Plt Direktur Utama BNI Sekuritas, Geger N. Maulana, melalui sinergi ini, pihaknya meyakini inklusi pasar modal syariah serta filantropi melalui Wakaf saham ini semakin mudah tercapai.

"Melihat pertumbuhan yang signifikan di investor-investor syariah. Kita juga ingin menganbil di momentum ini, selain melaksanakan inklusi keuangan melalui digital, menambah para investor, juga kami berpartisipasi bersama Badan Wakaf dan Global Wakaf, difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia ini, " ujar Geger.

Geger menambahkan, pihaknya sebagai anggota Bursa yang menyediakan layanan transaksi saham syariah juga ingin memperkuat posisinya di segmen syariah. Apalagi setelah diluncurkannya aplikasi BIONS yang merupakan aplikasi digital jual beli saham, akan semakin mempermudah untuk menggaet para investor, khususnya investasi wakaf.

"BNI Sekuritas ini sebagai perantara, jadi kami kebetulan memiliki sistem yang baru, yaitu BIONS. Itu adalah aplikasi digital untuk melakukan jual beli saham. Jadi ada beberapa nasabah yang sudah berinteraksi sekitar 80.000. Nah jumlah investor ini yang bertransaksi syariah sudah cukup lumayan, ada sekitar 2.000 nasabah, yang memang ingin transaksinya harus syariah, " ujarnya.

"Nah kami ingin mengembangkan basis investor ini dengan mengajak beberapa pihak yang mempunyai komunitas yang berpotensi menjadi calon investor berbasis syariah, salah satunya adalah Global Wakaf ini, jadi kita ajak bersama-sama, " tambahnya.

Geger menambahkan, lewat aplikasi digital ini, investor juga tidak perlu memiliki uang hingga miliaran, namun hanya ratusan ribu saja nasabah sudah bisa berinvestasi. Dengan begitu, ia berharap dapat menggairahkan para investor untuk berinvestasi.

"Kebetulan transaksi kami melalui aplikasi digital ini juga sangat retail. Jadi tidak perlu punya uang miliaran tapi hanya punya uang ratusan ribu saja sudah bisa bertransaksi, nah ini juga membantu pasar modal untuk berkembang, " ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Global Wakaf, Syahru Aryansyah mengatakan pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi mewakafkan harta terbaiknya. Selain agar nilai sahamnya bertumbuh untuk pribadi, Syahru juga menekankan bahwa lewat program wakaf saham ini investasi untuk akhirat juga dapat tercapai.

"Apa yang kami ingin lakukan dengan sinergi antara Global Wakaf, BNI Sekuritas dan Bursa Efek, itu bagaimana agar masyarakat, ayo berinvestasi, tidak hanya kita tarik investasinya untik dirinya sendiri, tapi juga untuk sosial, " ujar Syahru.


Syahru menambahkan, sinergi ini tujuannya untuk membangun chanel. Apalagi Global Wakaf memiliki 36 cabang di Indonesia, sehingga ke depannya akan memiliki buka point of filantropi dengan membentuk apa yang namanya Galery Wakaf Saham. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi terobosan BNI Sekuritas yang telah memiliki layanan digital jual beli saham, BIONS, yang dapat mempermudah masyarakat berinvestasi di mana pun.

"Jadi dengan digitalisasi yang dilakukan oleh BNI Sekuritas, maka orang bisa bertransaksi di mana saja, termasuk di Galery Wakaf Saham. Jadi harapannya orang yang berinvestasi semakin banyak. Tapi kita juga ajak bukan investasi untuk pribadi, tapi juga diwakafkan untuk nantinya juga kembali ke masyarakat dan juga akhirnya untuk pemerataan ekonomi, " pungkasnya.

Simak Video "Intip Dapur Keliling Penyedia Buka Puasa Kaum Dhuafa"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com