Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 18:45 WIB

Ekonomi Global Terguncang, Laba Perusahaan Diprediksi Melempem

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kinerja keuangan para perusahaan yang tercatat di pasar modal tahun ini diperkirakan tidak begitu menggembirakan. Penyebabnya gejolak ekonomi dunia.

PT Mandiri Manajemen Investasi memprediksi rata-rata pertumbuhan laba bersih para emiten tahun ini hanya 8%. Prediksi itu lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan laba bersih perusahaan tercatat di 2018 sebesar 12%.

Menurut Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa hal itu disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Hal itu membuat permintaan komoditas akan menurun.

"Sementara harga komoditas turun, hanya nikel yang membaik. Padahal kinerja emiten di BEI ditopang oleh emiten-emiten berbasis komoditas, seperti emiten batu bara dan sawit," ujarnya di SCBD, Jakarta, Selasa (20/8/2019).


Alvin menambahkan, perlambatan ekonomi global juga mulai merambat ke domestik. Terbukti dari pertumbuhan ekonomi RI di semester I-2019 hanya sebesar 5,05%, lebih rendah dari pertumbuhan di periode yang sama tahun lalu sebesar 5,27%.

Faktor kedua yang menjadi penghambat adalah kinerja emiten di sektor konsumer yang melambat. Hal itu disebabkan gejolak politik di dalam negeri.

Berdasarkan kondisi itu, dia memperkirakan Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2019 berada di kisaran 6.600 hingga 7.000. Meskipun hal itu masih lebih tinggi dari posisi akhir 2018 6.194.





Simak Video "Jokowi Ibaratkan Situasi Ekonomi Dunia, Avengers Hadapi Thanos"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com