Pelaku Pasar Butuh Tunai, Saham Dijual, IHSG Turun 10 Poin
Selasa, 25 Okt 2005 16:29 WIB
Jakarta - Menjelang Lebaran, pelaku pasar butuh duit tunai. Portofolio saham pun dilepas. Akibatnya, IHSG pada perdagangan Selasa (25/10/2005) turun 10,910 ke level 1.062,172.Menurut analis pasar modal Edwin Sinaga dari Kuo Capital, turunnya indeks karena pelaku pasar yang ingin mendapatkan uang tunai sebelum libur panjang sehingga harus menjual sahamnya dalam dua tiga hari.Sementara menguatnya sejumlah bursa regional setelah Presiden AS George W Bush memilih Ben Bernanke sebagai calon pengganti Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan, tidak terlalu mempengaruhi.Tercatat indeks LQ 45 turun 2,552 poin pada level 227,173, JII turun 2,336 pada level 180,133, MBX turun 2,906 poin pada level 289,442, dan DBX turun 2,514 poin pada level 218,373.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi 9,427 kali pada volume 2.972.182 lot saham senilai Rp 690,170 miliar. Sebanyak 28 saham naik, 65 saham turun dan 270 saham stagnan.Saham-saham unggulan kali ini berada di posisi top loser seperti Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 5.050, Astra International (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 9.100, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.050, Bank Mandiri turun Rp 40 menjadi Rp 1.340, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 25 menjadi Rp 3.100.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di posisi top gainer antara lain BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.350, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 10 menjadi Rp 1.700, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 2,725, Indah Kiat (INTP) naik Rp 10 menjadi Rp 900, dan Intraco Penta (INTA) naik Rp 20 menjadi Rp 650.
(qom/)











































