IHSG Masih Akan Terpangkas Sentimen Inflasi
Rabu, 26 Okt 2005 10:03 WIB
Jakarta - Ancaman tingginya inflasi tahun ini yang diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, masih akan menjadi pemicu terpangkasnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (26/10/2005).Pernyataan inflasi yang telah membuat panik pasar pada Selasa kemarin (25/10/2005) diprediksi masih akan berlanjut, meski penurunannya mulai agak tertahan.Pelaku pasar khawatir ancaman tingginya inflasi, akan kembali membuat BI menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada lelang Rabu ini (26/10/205), yang akan menyulut beralihnya dana investor ke produk perbankan. Investor juga semakin enggan bermain di pasar saham dan lebih senang merealisasikan keuntungan temporer menjelang libur panjang lebaran. Akibatnya, pasar saham tetap berjalan sepi karena volume perdagangan yang tipis.Pada penutupan Selasa kemarin (25/10/2005) IHSG turun 10,910 poin pada level 1.062,172 yang dipengaruhi oleh sentimen negatif inflasi. Sedangkan pada lima menit pembukaan transaksi saham Rabu pagi ini, IHSG sudah turun 6,249 poin pada level 1.055,923.
(ir/)











































