Kenaikan BBM Tekan Penjualan Sierad Produce
Rabu, 26 Okt 2005 15:32 WIB
Jakarta - Sejak terjadi kenaikan BBM, penjualan PT Sierad Produce Tbk, yang bergerak dibidang peternakan ayam terpadu, mengalami penurunan sekitar 20-30 persen dibanding sebelumnya.Akibat kenaikan BBM ini, perseroan memperkirakan tidak akan mengalami pertumbuhan penjualan per September 2005. Penjualan sampai September diprediksi hanya mencapai Rp 1 triliun atau stagnan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,005 triliun. Sedangkan pada awal tahun 2005, perseroan memproyeksikan penjualan sebesar Rp 1,4 triliun atau naik sekitar 7,7 persen dari tahun 2004 yang sebesar Rp 1,35 triliun."Per September 2005 kinerja kita on target. Persisnya, laporan keuangan per September 2005 baru akan keluar akhir bulan ini. Tapi, kalau hingga akhir tahun ini kita belum tahu. Apakah bisa mencapai target akibat ada kenaikan harga BBM," kata Direktur PT Sierad Produce Tbk, FX. Awi Tantra saat dihubungi melalui telepon, Rabu (26/10/2005). Kenaikan harga BBM ini dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat sehingga akan berdampak langsung terhadap permintaan produk perseroan. "Apakah penurunan ini akan berlangsung hingga akhir tahun ini, kita belum tahu. Sehingga, kita juga belum bisa memprediksikan apakah bisa mencapai target pada tahun ini," ujarnya. Sebenarnya, ungkap Awi, kenaikan harga BBM ini tidak terlalu berdampak signifikan terhadap biaya produksi karena penggunaan BBM untuk produksi perseroan tidak besar, tapi lebih kepada biaya distribusi. Apalagi untuk produksinya, perseroan berencana untuk mengalihkan penggunaan energi ke listrik PLN. "Harga listrik saat ini belum naik. Sehingga, untuk sementara kita akan beralih ke listrik," katanya.
(ir/)











































