Konsorsium Seapi-Welspun Menangkan Tender Pipanisasi PGN
Jumat, 28 Okt 2005 14:02 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjuk Konsorsium Seapi-Welspun (Konsorsium Pipa Nasional dan India) untuk pengadaan pipa bawah laut (off shore) proyek transmisi gas SSWJ (Sumatra Selatan-West Java) fase II.PT South East Asia Pipe Industries (Seapi), yang merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, dan Welspun Gujarat-Stahl Rohren Ltd (Welspun) mengerjakan jalur lepas Pantai Labuhan Maringgai (Lampung) ke Muara Bekasi (Jawa Barat).Nilai kontrak tersebut mencapai US$ 84,19 juta atau Rp 840,44 miliar, untuk pengadaan pipa bawah laut sepanjang 168,6 kilometer dengan diameter 32 inchi.Demikian diungkapkan oleh Dirut PGN WMP Simanjuntak usai penandatanganan kontrak tersebut di Kantor PGN, Jalan Zainul Arifin, Jakarta, Jumat (28/10/2005).Menurut Simanjuntak, dengan ditandatanganinya kontrak ini, berarti seluruh kebutuhan pipa untuk proyek SSWJ fase II telah dilakukan. Proyek pipanisasi tahap II terdiri dari pengadaan pipa untuk jalur darat (on shore) dan jalur laut (off shore).Sebelumnya, pada 16 Juni 2005, PGN juga telah menandatangani kontrak pengadaan pipa jalur on shore dengan menunjuk Konsorsium PT KHI Pipe Industries (KHI) yang bertindak sebagai lead partner dengan tiga anggota konsorsiumnya yaitu PT Indal Steel Pipe, PT Bumi Kaya Steel Industries, dan PT Steel Pipe Industry of Indonesia.KHI yang memenangkan tender pengadaan coated pipe merupakan perusahaan penghasil pipa baja lokal dan anak perusahaan Krakatau Steel yang merupakan BUMN. Konsorsium KHI akan memasok pipa baja sepanjang 272 kilometer, diamater 32 inci dengan total nilai kontrak Rp 1,2 triliun. Total panjang proyek SSWJ fase II adalah 678,9 kilometer sebagian adalah pipa on shore sepanjang 510,3 kilometer dengan total biaya kontrak sekitar US$ 339,95 juta.Sementara Sekretaris Perusahaan Widyatmoko Bapang mengatakan, terpilihnya Seapi-Welspun telah melalui proses tender yang transparan dan ketat sesuai dengan prosedur Internasional Competitive Biding (ICB) dan telah lolos audit yang dilakukan oleh DNV (Det Norske Veritas). Proses tender dilaksanakan mengacu pada Keppres No 80 tahun 2003. Dengan selesainya kedua tender ini, PGN berharap pembangunan fisik proyek SSWJ fase II khususnya jalur on shore dapat segera dimulai. Sedangkan pembangunan fisik jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi yang merupakan off shore bisa dimulai Maret 2006. Diharapkan proyek SSWJ rampung pada November 2006 dan Maret 2007. Jalur pipa ini akan mengangkut gas yang dibeli oleh PGN di Grissik, Lapangan Gas Coridor Blok Conoco Philip sebesar 2,3 tcf (triliun kaki kubik) yang akan disalurkan selama 17 tahun. Serta dari lapangan gas Pertamina di Pagardewa sebesar 150-250 mmscfd selama 20 tahun.PGN memperkirakan permintaan gas bumi di Jawa bagian barat mencapai 1.200 mmscfd atau setara dengan 205,8 ribu barel minyak per hari."PGN sedang berupaya mencari pasokan baru dari produsen gas sektor hulu. PGN akan terus memperluas infrastruktur jaringan pipa yang memerlukan dana investasi terus menerus dalam jumlah yang cukup besar," kata Widyatmoko.
(ir/)











































