Triwulan III-2005, Laba Astra International Naik 12,6%
Jumat, 28 Okt 2005 17:47 WIB
Jakarta - Perusahaan otomotif PT Astra International Tbk (ASII) mencatat kenaikan laba bersih selama sembilan bulan pertama tahun 2005 12,6 persen menjadi Rp 4,5 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4 triliun. Kenaikan laba bersih Grup Astra didorong oleh meningkatnya pendapatan bersih hingga 48 persen menjadi sebesar Rp 46,4 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 31,4 triliun."Walaupun kondisi makro ekonomi saat ini lebih sulit akibat naiknya suku bunga SBI dari 8 persen pada Juni menjadi 11 persen pada Oktober serta melonjaknya harga BBM, kinerja Astra meningkat hampir di semua sektor usahanya," kata Michael D. Ruslim, Presiden Direktur Astra dalam penjelasan tertulis, Jumat (28/10/2005).Laba kotor melonjak 43,4 persen dari Rp 7,3 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 10,5 triliun. Sebagian peningkatan ini diperoleh dari kontribusi PT United Tractors Tbk, anak perusahaan di bidang usaha alat berat, yang sejak bulan Juni 2004 dikonsolidasikan ke dalam perseroan.Laba usaha Astra meningkat 43,7 persen dari Rp 3,6 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 5,1 triliun pada 2005 yang didukung oleh peningkatan kontribusi dari anak perusahaan yang terkonsolidasi.Otomotif dan Jasa KeuanganWalaupun kondisi makro Indonesia relatif lebih sulit sejak bulan Agustus, pasar mobil meningkat sebesar 26,1 persen mencapai 439.804 unit. Astra membukukan penjualan sebesar 203.864 pada sembilan bulan pertama 2005, naik sebesar 33,2 persen dibandingkan 153.028 unit di periode yang sama pada tahun 2004. Peningkatan penjualan mobil sebagian besar disumbangkan dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Toyota Kijang Innova. Pangsa pasar Astra meningkat sebesar 2,5 persen dibandingkan periode tahun lalu menjadi 46,4 persen. Sementara itu, pasar sepeda motor nasional sepanjang sembilan bulan 2005 mencatat kenaikan sebesar 34,5 persen mencapai 3.885.426 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 2.888.602 unit Penjualan sepeda motor Honda naik sebesar 31,1 persen mencapai 2.015.886 unit dibandingkan 1.537.518 unit dengan pangsa pasar menurun tipis menjadi 51,9 persen dari 53,2 persen akibat keterbatasan kapasitas produksi. Dampak dari kenaikan pasar otomotif juga mengakibatkan peningkatan penjualan PT Astra Otoparts Tbk, anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang komponen, sebesar 34,3 persen menjadi Rp 2,9 triliun.Seiring dengan peningkatan pasar mobil dan sepeda motor, perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) mencatat total jumlah pembiayaan mobil meningkat sebesar 11,5 persen menjadi Rp 8,4 triliun. Sedangkan PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan sepeda motor Honda, juga mencatat pertumbuhan sebesar 80 persen menjadi Rp 10,4 triliun pada tahun 2005.
(ir/)











































