Tingkatkan Likuiditas, Humpuss Stock Split
Jumat, 28 Okt 2005 22:37 WIB
Jakarta - PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk akhirnya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hal ini dilakukan dalam rangka pemecahan saham (stock split) perseroan, dan pengangkatan direktur utama yang baru. Pemecahan saham 1 berbanding 5 ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham di pasaran."Saat ini harga saham dipasaran berkisar Rp 3.100. Hal ini tidak berubah dalam waktu lama. Sehingga dengan stok split kita berharap ada pergerakan saham yang lebih dinamis untuk meningkatkan komposisi pemegang saham," kata Direktur Utama Humpuss yang baru, Teguh Arya Putra di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Jumat (28/10/05).Dengan stock split tersebut, maka jumlah saham menjadi 2,25 miliar lembar saham, dengan komposisi 1,43 miliar dimiliki PT Humpuss, dan sisanya oleh publik. Nilai nominal saham perseroan yang bergerak dibidang transportasi itu, juga turun dari Rp 500 menjadi Rp 100 per lembar saham.Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga menyatakan, kenaikan harga BBM berpengaruh cukup signifikan terhadap beban operasional. Ia mengatakan, pihaknya masih berhitung dampak kenaikan itu untuk melakukan revisi target. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 150 miliar, per 30 Juni sudah dibukukan setengahnya."Akibat kenaikan harga BBM kita mengalami kenaikan cost fuell sampai 60 persen. Tapi, Revisi target tidak akan signifikan," ujar Teguh.Perseroan juga telah menyerap seluruh target belanja modal, yang didapat dari penerbitan obligasi tahun lalu sebesar Rp 350 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 50 miliar digunakan untuk modal kerja sedangkan sisanya digunakan untuk membeli armada.Kini, perseroan memiliki 16 set tanker. Perseroan juga belum berencana untuk menambah armada tahun depan. Untuk belanja modal tahun depan, perseroan juga berencana untuk menerbitkan kembali obligasi senilai Rp 350 miliar."Sebelumnya kita berencana untuk keluarkan obligasi tahun ini tapi kondisi pasarnya belum kondusif, sehingga diundur tahun depan," lanjut dia.Mengenai laporan keuangan triwulan ketiga tahun 2005, Teguh mengaku laporan itu belum selesai. "Kini, belum keluar karena closing-nya belum selesai," ujar dia.
(ism/)











































