Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Okt 2019 08:17 WIB

Menanti Jokowi Effect di Periode Kedua, Ada Lagi Nggak Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
2 Bagaimana Kondisi IHSG?
Halaman 3 dari 3
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menjelaskan pasar modal selama ini terpengaruh dengan kondisi domestik dan global.

"Saya kira tidak ya, kan kepastian Jokowi jadi presiden lagi sudah lama, pasar tidak bereaksi lagi," kata Piter saat dihubungi detikcom, Minggu (20/10/2019).

Dia menyebutkan, pasar saat ini justru lebih menunggu kepastian susunan kabinet dan ditambah dengan kondisi global.

Piter menjelaskan, meningkatnya perang dagang dan penerapan tarif baru untuk produk ekspor Eropa justru akan direspon negatif oleh pasar pada Senin (21/10).

"Kalau susunan kabinet tidak sesuai ekspektasi pasar, saya kira besok pasar akan merah," imbuh Piter.

Pada penutupan IHSG menjelang pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 tercatat naik 11 poin menjadi 6.191.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore kemarin naik ke level Rp 14.139.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (18/10/2019), IHSG menguat ke 6.185. Sementara indeks LQ45 bertambah ke 968,80.

Penguatan masih berlanjut hingga pukul 9.05 waktu sistem perdagangan JATS. IHSG menanjak ke 6.185,63. Sementara Indeks LQ45 menguat ke 970,36.

Hingga sesi I berakhir, IHSG menguat 7,9 poin (0,13%) ke level 6.188. Sedangkan indeks LQ45 naik 4 poin (0,46%) ke level 972,210.

Pada sesi II, IHSG naik 11 poin (0,18%) ke level 6.191. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 6,8 poin (0,71%) ke level 974,598.

Perdagangan saham ditransaksikan 550.850 kali dengan nilai Rp 10,3 triliun. Sebanyak 202 saham menguat, 197 saham turun, dan 148 saham stagnan.

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com