Pasar Saham Masih Terancam Tingginya Suku Bunga
Kamis, 10 Nov 2005 09:29 WIB
Jakarta - Tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan sebesar 12,25 persen menjadi ancaman baru perdagangan saham. Investor diduga akan mengalihkan dananya ke produk deposito melihat tingginya suku bunga. Jika kondisi ini terjadi maka akan memberikan sentimen negatif ke lantai bursa. Apalagi, tingginya suku bunga juga akan menekan kinerja perbankan terutama yang memiliki tingkat kredit macet (Non Performing Loan/NPL) tinggi.Pelaku pasar pada transaksi Kamis (10/11/2005) diprediksi akan sangat reaktif menanggapi tingginya suku bunga ini. Saham-saham perbankan kembali akan mengalami tekanan yang signifikan, sehingga penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berlanjut. Pada penutupan pasar Rabu (9/11/2005), IHSG turun 12,132 poin ke level 1.052,821. Indeks pada Rabu kemarin sempat anjlok lebih dari 20 poin, karena akumulasi sentimen negatif seperti tingginya inflasi Oktober dan pengaruh bursa regional.
(ir/)











































