OCBC Jadi Pembeli Siaga Right Issue Bank NISP

OCBC Jadi Pembeli Siaga Right Issue Bank NISP

- detikFinance
Kamis, 10 Nov 2005 15:25 WIB
Jakarta - OCBC Overseas Investment Pte Ltd akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam penawaran umum terbatas (right issue) PT Bank NISP Tbk (NISP) sebesar Rp 600 miliar.OCBC adalah pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 70,66 persen saham NISP.Demikian diungkapkan oleh Wapresdir Bank NISP Na Wu Beng yang juga merupakan wakil OCBC di NISP usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel JW Marriott, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/11/2005).Pemegang saham NISP menyetujui rencana right issue tersebut yang penggunaan dananya untuk menambah modal dan meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menjadi 19 persen dibanding posisi September 2005 yang sebesar 13,82 persen.Right issue ini memberikan rasio 500:97, yaitu setiap pemegang 500 saham dengan nilai nominal Rp 125 berhak memesan sebanyak 97 saham baru dengan harga penawaran Rp 750 per saham.Pemegang saham yang tidak mengambil haknya dalam right issue ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) maksimum sampai dengan 16,25 persen.Pemegang saham selain OCBC adalah International Finance Corporation (IFC) yang merupakan salah satu anggota Grup Bank Dunia sebesar 8,56 persen dan publik sebesar 20,78 persen.Menurut Presdir Bank NISP Pramukti Surdaudaja, seluruh proses right issue akan selesai pada 7 Desember mendatang. Dengan right issue tersebut, jumlah saham perseroan akan bertambah sebanyak 801,992 juta saham.Pramukti menjelaskan, right issue ini dalam rangka meningkatkan permodalan perseroan untuk mencapai target menjadi bank nasional di tahun 2010 dengan modal minimal Rp 10 triliun.Selain dari right issue, penambahan modal juga akan diusahakan dari pendapatan laba perseroan hingga tahun 2010.RUPSLB juga menyetujui penjualan aset perusahaan berupa gedung di Jalan Dr Satrio Kuningan, Jakarta, yang saat ini dalam tahap pembangunan.Pembelinya adalah PT Udayawirya Utama yang merupakan pendiri Bank NISP. Untuk penjualan tersebut, Bank NISP telah menunjuk konsultan independen.Menurut Pramukti, estimasi jika gedung dijual secara keseluruhan akan menghasilkan dana sebesar maksimum Rp 246,087 miliar. Sedangkan kalau dijual sebagian atau tiga lantai, maksimum mendapatkan Rp 19,757 miliar.Agenda lain RUPSLB menyetujui pengunduran diri anggota komisaris Patrick Yeoh Khwai Hoh. Namun pengunduran diri Patrick tidak diikuti dengan penunjukan penggantinya. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads