Saham Bank & Pertambangan Rontok, IHSG Turun 9 Poin
Kamis, 10 Nov 2005 16:46 WIB
Jakarta -
Merosotnya saham sektor perbankan, akibat kekhawatiran investor terhadap tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan sebesar 12,25 persen, kembali membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Kamis (10/11/2005) turun 9,124 poin ke level 1.043,697.Investor mulai khawatir kinerja perbankan tidak lagi cemerlang akibat tingginya tekanan biaya bunga dan ancaman naiknya kredit macet.Penurunan indeks saham, juga dipicu oleh rontoknya saham pertambangan karena investor melakukan aksi profit taking di sektor ini. Indeks LQ-45 turun 2,064 poin pada level 222,789, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,748 poin pada level 178,902, Main Board Index (MBX) turun 3,000 poin pada level 283,973 dan Development Board Index (DBX) naik 0,394 poin pada level 216,492.Perdagangan saham di pasar reguler relatif sepi dengan transaksi sebanyak 7.675 kali, pada volume 1.244.557 lot saham, senilai Rp 702,123 miliar. Sebanyak 31 saham naik, 70 saham turun dan 262 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 8.800, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 175 menjadi Rp 3.675, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 125 menjadi Rp 3.175, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 2.500, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.375, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.000 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.200. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 5.500, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 50 menjadi Rp 5.500, Indosat (ISAT) naik Rp 25 menjadi Rp 5.000, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 25 menjadi Rp 3.000, dan Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 20 menjadi Rp 1.000.
(ir/)










































