Telkom Gelar RUPSLB untuk Buy Back Saham Desember
Kamis, 10 Nov 2005 17:33 WIB
Jakarta - Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan pembelian kembali sahamnya (buy back) semakin dekat. Rencananya pada Desember ini perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk merealisasikan aksi korporasi itu."RUPS Desember nanti salah satu agendanya adalah share buy back, tapi jumlahnya masih menunggu investor," kata Dirut PT Telkom Tbk Arwin Rasyid dalam jumpa pers '10 tahun go public Telkom' di Gedung Graha Citra Caraka, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/11/2005).Sebelumnya Arwin mengatakan, Telkom akan menyediakan dana sebesar Rp 2-3 triliun untuk buy back tersebut. Menurut Arwin, buy back dilakukan untuk meningkatkan nilai saham dari pemegang saham Telkom.Saat ini pemerintah Indonesia memiliki 51,19 persen saham Telkom. Sisanya dimiliki oleh publik, terutama investor asing. Sedangkan kepemilikan investor lokal tidak lebih dari 4 persen.Sementara memperingati 10 tahun perusahaan melakukan go public, Arwin menargetkan kapitalisasi pasar Telkom meningkat menjadi US$ 30 miliar pada tahun 2010. Sedangkan saat ini kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 19 triliun.Arwin optimistis target tersebut akan tercapai, melihat industri telekomunikasi masih berkembang double digit dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusinya terutama dari jaringan kabel dan seluler."Apalagi Telkom juga dominan di industri telekomunikasi," kata Arwin.Sampai triwulan III-2005, total pelanggan Telkom Group mencapai 36 juta terdiri dari pelanggan Telkomsel, Telkom, Fleksi dan internet.Memperingati 10 tahun perusahaan melakukan go public, rencananya pada 14 November ini, direksi Telkom dan Menneg BUMN Sugiharto akan menutup transaksi perdagangan saham di New York Stock Exchange (NYSE).
(ir/)











































