Ketidakpastian Reshuffle Kabinet, IHSG Turun 14 Poin
Jumat, 11 Nov 2005 16:46 WIB
Jakarta - Belum jelasnya rencana perombakan kabinet SBY-JK membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 14,713 poin pada level 1.028,984. Pelaku pasar menanti tim ekonomi baru yang diharapkan lebih baik mengawal perekonomian Indonesia."Indeks negatif karena imbas inflasi dan ketidakjelasan reshuffle tim ekonomi," kata Alfiansyah, analis dari Sinarmas Sekuritas, Jumat (11/11/2005).Menurut Alfian, karena ketidakjelasan reshuffle ini, pasar pesimistis ekonomi Indonesia akan membaik.Alfian juga memperkirakan pekan depan, pasar akan menguji indeks sampai ke level 1.000, bahkan ada yang berani menguji ke level 955.Indeks LQ-45 turun 3,626 poin pada level 219,163, Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,161 poin pada level 175,741, Main Board Index (MBX) turun 4,014 poin pada level 279,959, Development Board Index (DBX) turun 3,002 poin pada level 213,490.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 8.219 kali, pada volume 1.077.446 lot saham, senilai Rp 696,879 miliar. Sebanyak 18 saham naik, 87 saham turun dan 258 saham stagnan.Saham-saham pertambangan mendominasi penurunan harga di top losser antara lain International Nickel (INCO) turun Rp 1.000 menjadi Rp 11.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 8.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 75 menjadi Rp 3.375, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 5.450, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 40 menjadi Rp 1.680 dan Timah (TINS) turun Rp 30 menjadi Rp 1.600.Sedangkan saham-saham yang masih membukukan kenaikan harga di top gainer antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 50 menjadi Rp 3.225, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.400, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 10 menjadi Rp 1.670, Hexindo (HEXA) naik Rp 10 menjadi Rp 1.000, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) naik Rp 10 menjadi Rp 670.
(ir/)











































