Pasar Saham Tunggu Realisasi Reshuffle Kabinet
Senin, 14 Nov 2005 09:50 WIB
Jakarta - Pelaku pasar saham harap-harap cemas menunggu realisasi perombakan kabinet SBY-JK. Kekhawtiran tim ekonomi baru yang tidak sesuai harapan pasar ditakutkan akan menjadi mimpi buruk.Rencana reshuffle kabinet ini tidak hanya dimonitor oleh investor lokal namun juga investor asing yang concern terhadap pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (14/11/2005), diprediksi masih bertahan di jalur merah. Tekanan jual yang terus terjadi sejak pasar saham dibuka pascalibur lebaran masih akan menggelayuti transaksi saham.Namun penurunan IHSG diprediksi mulai terbatas, dengan motor saham-saham pertambangan yang pekan lalu terjun diharapkan sudah bisa lompat lagi. IHSG pada Jumat lau (11/11/2005) turun 14,713 poin ke level 1028,984. Pekan lalu, sentimen negatif tingginya suku bunga dan inflasi menjadi faktor utama pelemahan indeks. Sentimen negatif yang sudah direspons itu diprediksi tidak lagi mendominasi karena telah terefleksi pekan lalu. Selain itu, turunnya harga minyak di level US$ 57 per barel diharapkan bisa kembali memicu pasar saham global dan regional ke arah positf yang bisa berimbas ke Bursa Efek Jakarta (BEJ).
(ir/)











































