Iming-iming Rp 100 Ribu untuk Pemegang Saham Aqua
Senin, 14 Nov 2005 10:37 WIB
Jakarta - PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) hari ini menggelar rapat umum pemegang saham luar bisa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan go private keluar dari bursa saham.Ini adalah kali kedua perusahaan air minum tersebut meminta persetujuan pemegang saham, setelah pada tahun 2001 rencana go private ditolak pemegang saham karena tawaran harganya dinilai terlalu rendah Rp 35.000 per saham.Untuk memuluskan rencana yang sudah terunda empat tahun itu, Aqua mengiming-imingi pemegang saham dengan harga penawaran buy back Rp 100.000 per saham.Harga ini lebih tinggi 69,5 persen dari harga tertinggi saham Aqua yang pernah dicapai Rp 59.000 per saham. Serta tertingi 90,5 persen dari harga perdagangan terakhir Rp 52.500 per saham dan harga saat IPO sebesar Rp 7.500 per saham.Jika melihat perbandingan harga tertinggi dan terakhir, atau harga saat IPO, memang penawaran Rp 100.000 per saham dari Aqua cukup menggiurkan.Apalagi Aqua juga sudah mengumumkan tidak akan melakukan penawaran go private lagi, jika RUPSLB kali ini batal menyetujui rencana tersebut.Mendapat warning seperti itu, sejumlah investor saham diduga akan menyetujui rencana tersebut. Investor melihat ini adalah kesempatan untuk mendapat keuntungan (gain) yang lumayan, karena ada kekhawatiran saham publik Aqua yang hanya sebesar 6,4 persen akan membuat saham ini menjadi saham tidur.Pihak Aqua juga telah mewanti-wanti, jika RUPSLB gagal disetujui pemegang saham independen, harga saham Aqua akan turun saat perdagangan dibuka lagi.Beberapa waktu lalu Rochma Fitri, analis dari BNI Securities, kepada detikcom, mengatakan, saham Aqua adalah saham tidur yang sulit sekali naik karena kepemilikan saham publik sangat kecil.Menurutnya, dengan harga penawaran Rp 100.000 per saham, sebenarnya investor sudah memperoleh gain yang lumayan, karena kalau menunggu harganya naik agak susah.Fitri menilai, Aqua memberikan penawaran yang cukup tinggi karena ingin mempercepat rencana vountary delisting. "Jadi ini win-win solutions untuk Aqua dan investornya," katanya.Namun tidak demikian halnya dengan Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) yang meminta pemegang saham independen untuk tidak emosional menerima tawaran Rp 100 ribu."Sebaiknya investor berpikir lebih baik, apakah Rp 100 ribu cukup layak untuk Aqua yang sekelas Danone membeli seharga itu," ujar Sekjen MISSI Djoko Santoso Soeno, Senin (14/11/2005).Danone adalah pemegang saham dari PT Tirta Investama yang merupakan pemegang mayoritas saham Aqua. Rencana go private ini dilakukan terkait kebijakan global Group Danone SA, selain karena tidak aktifnya saham tersebut di lantai bursa.Akankah pemegang saham independen mau melego sahamnya dengan iming-iming Rp 100 ribu per saham? Jawabannya ini masih harus dibuktikan dalam RUPLB yang berlangsung Senin ini di Hotel Ritz Charlton Jakarta.
(ir/)











































