Aqua Tolak Naikkan Harga Saham

Bersikukuh Go Private

Aqua Tolak Naikkan Harga Saham

- detikFinance
Senin, 14 Nov 2005 16:01 WIB
Jakarta - Meski ditolak pemegang saham independen, PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) bersikukuh tidak mau menaikkan harga penawaran dalam rangka go private Rp 100 ribu per saham. Namun perusahaan memastikan tetap akan keluar dari bursa."Harga tidak ada tawar menawar karena kami menganggap Rp 100 ribu harga yang baik. Kedepannya, kami belum memutuskan apa-apa nanti akan dibicarakan internal," kata Dirut Aqua Willy Sidharta, usai RUPSLB yang berlangsung di Hotel Ritz Charlton, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarat, Senin (14/11/2005). Persetujuan go private Aqua dalam RUPSLB hari ini batal dilaksanakan karena pemegang saham yang hadir tidak mencapai korum. Pemegang saham menolak harga Rp 100 ribu per saham yang ditawarkan perusahaan dan meminta harga Rp 1 juta, karena melihat kemampuan finansial Danone sebagai pemegang sahamnya. Pemegang saham yang hadir hanya sebanyak 52,74 persen atau 429.527 pemegang saham. Padahal dari jumlah saham publik independen yang ada sebesar 6,4 persen, Aqua harus mendapat persetujuan 75 persen sesuai peraturan pasar modal.Willy menegaskan, meski hari ini RUPSLB batal menyetujui rencana tersebut, namun Aqua menegaskan tetap akan melaksanakan rencana tersebut meski belum jelas waktunya. "Tidak ada target, tapi kita ikuti aturan Bapepam saja," ujarnya.Menurut Willy jumlah pemegang saham 6,4 persen itu dimiliki sekitar 350 orang. Dia menyayangkan pemegang saham tidak mau melepas sahamnya, karena saham ini masuk dalam kategori saham tidur dan sulit trading."Kalau pemegang saham memilih untuk tidak menjual sahamnya bisa saja, tapi mereka harus memikirkan kemungkinan sulitnya trading dan dilusi," katanya. Go private, ungkap Wily, diperlukan perusahaan untuk konsolidasi usaha agar proses bisnis lebih sederhana. Proses bisnis sederhana itu diantaranya merampingkan 12 perusahaan menjadi 3 termasuk perusahaan induk.Fokus Dalam NegeriWilly juga menjelaskan, perusahaan akan fokus dalam negeri karena pasar Indonesia masih menjanjikan sampai lima tahun kedepan. Sementara di luar negeri pasarnya sudah lebih jenuh. Untuk itu, perusahaan akan melakukan diversifikasi produk dengan tetap fokus pada bisnis air minum dalam kemasan (AMDK). Pasalnya, mengandalkan kekuatan brand saja tidak ada jaminan, karena selalu ada keinginan untuk bergeser.Saat ini pertumbuhan bisnis AMDK sebesar 20 persen per tahun. Namun, pertumbuhan ini akan mengalami penurunan meski volumenya tetap besar. Apalagi jumlah pesaing semakin banyak mendekati 400 perusahaan dengan 800 merek serta kualitas yang semakin membaik. "Tahun 2010-2011 akan mencapai titik jenuh. Target tahun 2010-2011 sebanyak 75 liter per kapita per tahun dan sekarang baru 45 liter per kapita per tahun," katanya. Tahun ini Aqua menargetkan pertumbuhan 15 persen dibanding tahun lalu. Tapi untuk perolehan laba diakui agak berat, karena naiknya harga BBM dan plastik. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads