Fluktuasi Harga Bahan Baku Bayangi Peringkat Usaha UIC

Fluktuasi Harga Bahan Baku Bayangi Peringkat Usaha UIC

- detikFinance
Kamis, 17 Nov 2005 12:19 WIB
Jakarta - Meski PT Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat A (single A) untuk PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UIC), namun rating tersebut dibayangi oleh harga bahan baku yang berfluktuasi.Pefindo menetapkan kembali peringkat A (single A) untuk performa perusahaan dan obligasi pertama tahun 2003 sebesar Rp 600 miliar yang akan jatuh tempo tahun 2008."Peringkat ini mencerminkan posisi pasar perusahaan yang baik dan marjin yang stabil, namun peringkat ini diimbangi oleh harga bahan baku yang berfluktuasi," kata Niken Indriarsih, analis Pefindo, dalam penjelasa tertulisnya di Jakarta, Kamis (17/11/2005).UIC merupakan produsen tunggal di Indonesia untuk alkylbenzene (AB), produk kimia yang dibutuhkan dalam produksi deterjen. Perusahaan juga memiliki pelanggan yang besar dan tetap seperti Unilever.Sampai saat ini, UIC memiliki empat anak usaha dengan kepemilikan langsung yang ada di Indonesia, Singapura, Vietnam, serta tiga anak usaha dengan kepemilikan tidak langsung di Australia, Selandia Baru dan Indonesia.Perusahaan memiliki tiga pabrik AB dengan total kapasitas produksi 270.000 Metrik Ton (MT) per tahun dan satu unit PACOL dengan kapasitas produksi 180.000 MT per tahun.Per 30 Juni 2005, pemegang saham perusahaan terdiri dari PT Asipirasi Luhur sebesar 47,31 persen, HSBC PV BK (Suisse) SA SG-TR sebagai kustodian 10,11 persen, PT Alas Pusaka 9,61 persen, PT salim Chemicals Corpora 7,01 persen dan publik 25,96 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads