Transaksi Obligasi Oktober Anjlok Lebih dari 50%

Transaksi Obligasi Oktober Anjlok Lebih dari 50%

- detikFinance
Jumat, 18 Nov 2005 10:57 WIB
Jakarta - Transaksi obligasi baik korporasi maupun surat utang negara di Bursa Efek Surabaya (BES) selama bulan Oktober 2005 mengalami penurunan signifkan hingga lebih dari 50 persen.Pasar obligasi semakin lesu setelah terus menerus dihantam sentimen negatif, mulai dari redemption reksa dana, melonjaknya suku bunga. Hal tersebut membuat investor tidak antusias masuk ke instrumen ini."Pasar obligasi pada Oktober memang sepi, hal ini juga terjadi di pasar derivatif," kata Helny Noviana, Kadiv Komunikasi Perusahaan BES, Jumat (18/11/2005). Volume transaksi obligasi korporasi yang dilaporkan melalui sarana OTC-FIS (Over The Counter-Fixed Income Settlement) dalam bulan Oktober 2005 hanya mencapai Rp 1,47 triliun. Angka itu turun 63,19 persen atau sebesar Rp 2,53 triliun dibandingkan bulan September yang mencapai Rp 4 triliun.Rata-rata volume pelaporan transaksi obligasi per hari bursa pada bulan Oktober 2005 tercatat Rp 70,29 miliar, sedangkan rata-rata transaksi per September sebesar Rp 190,94 miliar.Jumlah obligasi korporasi yang dilaporkan perdagangannya melalui sarana OTC-FIS pada bulan Oktober 2005 adalah sebanyak 80 emisi. Obligasi korporasi yang dilaporkan perdagangannya paling aktif pada bulan Oktober adalah Obligasi Bank BTN XI Tahun 2005 dengan volume Rp 169 miliar, dengan harga terakhir adalah 82 persen.Nilai nominal obligasi korporasi yang telah tercatat di BES dan dapat diperdagangkan dan atau dilaporkan perdagangannya sampai dengan Oktober 2005 mencapai Rp 58,520 triliun, terdiri dari 257 seri dari 105 emiten yang terbagi ke dalam 9 sektor industri. Sedangkan obligasi korporasi dalam mata uang dolar AS yang tercatat dan dapat diperdagangkan atau dilaporkan perdagangannya sebesar US$ 105 juta terdiri dari 2 Seri.SUNSementara volume transaksi obligasi pemerintah atau surat utang negara (SUN) selama Oktober hanya sebesar Rp 27,67 triliun. Penurunannya mencapai Rp 40,62 triliun atau sebesar 59,47 persen dari bulan September yang sebesar Rp 68,28 triliun. Rata-rata harian volume pelaporan transaksi obligasi negara selama bulan Oktober mencapai Rp 1,32 triliun per hari. Sedangkan rata-rata volume pelaporan transaksi per September sebesar Rp 3,25 triliun. Obligasi negara seri FR005 tercatat sebagai obligasi teraktif yang dilaporkan perdagangannya dengan nilai Rp 4,32 triliun di harga terakhir 97,5 persen.Obligasi negara yang transaksinya dilaporkan melalui sistem OTC-FIS sepanjang Oktober sebanyak 32 seri, dibandingkan September sebanyak 35 seri. Nilai nominal obligasi negara yang tercatat dan dapat diperdagangkan dan dilaporkan perdagangannya mencapai Rp 404,444 triliun yang terdiri dari 50 seri. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads