Terbitkan Obligasi, XL Minta Persetujuan Pemegang Saham
Senin, 21 Nov 2005 17:54 WIB
Jakarta - Operator seluler PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan obligasi dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2005.Demikian penjelasan Direktur XL, Rudiantara dalam laporannya kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), Senin (21/11/2005).Rudi hanya menjelaskan agenda perseroan dan anak perusahaan untuk menerbitkan surat utang yang akan dijamin (borgtocht) oleh perseroan. Namun, tidak dijelaskan berapa besar jumlah obligasi yang akan diterbitkan tersebut. Selain agenda persetujuan menerbitkan surat utang, perseroan juga akan meminta persetujuan untuk masuk ke bisnis 3G, termasuk rencana untuk turut serta dalam tender perolehan izin 3G.RUPSLB itu juga mengagendakan perubahan susunan direksi dan komisaris. Pasalnya, XL kini telah menjadi perusahaan pulik yang sahamnya tidak lagi mayoritas dimiliki oleh Telekomindo Primabhakti.Saat ini pemegang XL adalah Indocel Holding SDN. BHD (Telekom Malaysia) 56,92 persen, PT Telekomindo Primabhakti 15,97 persen, Khazanah nasional Berhard 16,81 persen, AIF (Indonesia) Limited 10,14 persen dan sisanya publik.Sementara sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu, dalam penjelasannya ke BEJ, Rudi menjelaskan, perseroan akan melakukan buy back (pembelian kembali) obligasi valas sebesar US$ 350 juta pada 2007. Buy Back tersebut akan didanai dari penerbitan obligasi Rp 5 triliun dalam tahun yang sama. Obligasi yang akan dibuy back tersebut diterbitkan anak perusahaan XL yakni Excelcomindo Finance Company BV yang berbasis di Belanda.Obligasi ini jatuh tempo pada 2009. Namun dalam perjanjian perwaliamanatan, setelah 27 Januari 2007, perusahaan berhak melakukan redeem baik sebagian maupun seluruh obligasi pada harga 104.
(ir/)











































