Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Des 2019 16:30 WIB

Menebak Jumlah Harta Duo Hartono Jika Harga Saham BCA Naik

Tim detikcom - detikFinance
Foto: istimewa/twitter
Jakarta - Harga saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), masih berada di level tinggi pada penutupan perdagangan Senin kemarin (23/12/2019). Saham BBCA ditutup di level Rp 33.300/saham.

Data perdagangan mencatat, pada 18 Desember lalu, saham BBCA sempat menembus rekor tertinggi Rp 33.775/saham, lalu kemudian turun lagi kendati masih di level Rp 33.000. Asing kemarin keluar Rp 59,23 miliar di semua pasar, sementara nilai transaksi mencapai Rp 329,81 miliar dengan volume perdagangan 9,89 juta saham dan kapitalisasi pasar Rp 821 triliun.

Dalam sepekan terakhir perdagangan, saham BBCA naik 4,72%, sebulan tumbuh 6,14% dan year to date melesat 28%. Asing sudah masuk Rp 3,93 triliun sejak awal tahun hingga penutupan Senin kemarin.

Lantas berapa proyeksi harga BBCA selanjutnya? Bisakah di atas Rp 33.775/saham?

Dalam riset 17 September 2019, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (24/12/2019), tiga analis RHB Sekuritas, Henry Wibowo, Andre Benas, dan Ghibran Al Imran merekomendasikan beli (buy) untuk saham BBCA dengan target harga (target price/TP) Rp 40.000/saham. Ketika riset itu dibuat, target harga saham BBCA sebelumnya dipatok Rp 32.500/saham di mana level ini sudah terlewati.

"Rekomendasi di-upgrade menjadi Beli, dari Netral, dengan TP Rp 40.000 dari TP sebelumnya Rp 32.500, atau naik 33%, di tengah ketatnya likuiditas perbankan yang menempatkan BBCA di posisi yang unik," tulis analisis ketiganya.

"LDR (loan to deposit ratio) perbankan sudah mencapai tertinggi 96% di Mei 2019. Situasi ketatnya likuiditas ini berpotensi menekan kemampuan bank-bank Indonesia untuk menurunkan cost of fund (beban bunga)," tulis mereka.

Pertimbangan TP tersebut, di antaranya karena melihat BBCA dalam menyalurkan kredit secara hati-hati atau prudent. Bisa dibilang bank ini dianggap konservatif dalam menjaga kualitas aset.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com