General Motors Berencana Tutup 9 Pabrik, PHK 30.000 Karyawan
Selasa, 22 Nov 2005 10:54 WIB
Jakarta - General Motors berupaya mengencangkan ikat pinggangnya untuk menekan angka kerugiannya. Salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia ini berencana menutup 9 pabriknya di Amerika Utara hingga tahun 2008 dan melakukan PHK 30.000 karyawan."Ini adalah pil pahit," kata Chief Executive GM Rick Wagoner seperti diberitakan AFP, Selasa (22/11/2005).Rencananya, pabrik yang akan ditutup meliputi lima pabrik perakitan, dua pabrik mesin, dua fasilitas pengepresan logam. Pabrik-pabrik itu rencananya akan ditutup secara bertahap hingga akhir tahun 2008.Lima pabrik perakitan yang akan ditutup itu berada di Oklahoma City; Lansing, Michigan; Spring Hill, Tennessee; Doraville, Georgia dan Oshawa di Ontario, Canada.Penutupan itu menyebabkan tambahan 5.000 PHK. Jika ditambah dengan PHK yang telah direncanakan semula sebanyak 25.000, maka total PHK GM mencapai 30.000."Keputusan yang kami umumkan hari ini akan sulit dicapai karena dampaknya pada para pekerja kami dan masyarakat di sekitar," ujar Wagoner.Namun ia mencoba meyakinkan bahwa langkah tersebut harus diambil GM untuk mengurangi biaya-biaya agar bisa berkompetisi lebih baik lagi. GM berharap efisiensi tersebut bisa meningkatkan lagi keuntungan yang diperolehnya."Dalam jangka pendek, ada bagian yang penting dari rencana kami untuk mengembalikan tingkat keuntungan yang diperoleh dari pabrik yang beroperasi di Amerika Utara secepat mungkin," tegas Wagoner.GM motor kini tengah berjuang menghadapi merosotnya laba dan terus tergerusnya pangsa pasar, terutama oleh pesaingnya dari Jepang. Akibat 'penjajahan' produk otomotif, terutama dari Jepang, produk otomotif dari AS kini semakin menderita.Akibat berkurangnya pangsa pasar, GM harus menderita rugi hingga US$ 3,8 miliar selama kuartal III-2005. Sementara penjualannya selama September dan Oktober anjlok hingga 20 persen.Setali tiga uang, produsen otomotif AS lainnya, yakni Ford, minggu lalu juga mengumumkan rencananya mem-PHK 4.000 karyawannya paling cepat awal tahun 2006.Namun Wagoner menepis rumor yang beredar di pasar bahwa GM akan segera mendaftarkan kebangkrutan. "Secara fundamental, jika Anda melihat likuiditas kami, maka sekarang ini GM masih berada pada kaki yang kuat," tegas Wagoner dengan optimistis.
(qom/)











































