Nasdaq Mulai Bangkit Lagi
Selasa, 22 Nov 2005 15:00 WIB
Jakarta - Kembalinya era perusahaan teknologi merajai Wall Street kini muncul lagi. Indeks Nasdaq, sejak Jumat pekan lalu (18/11/2005) mencatat rekor baru selama 4,5 tahun terakhir.Bangkitnya, indeks Nasdaq juga terus terjadi pada penutupan Senin (21/11/2005) yang menyentuh level 2.241,67. Indeks Nasdaq mencatat kenaikan sekitar 3 persen sejak 1 Januari 2005 meskipun pada pertengahan tahun sempat anjlok.Bursa Nasdaq sempat menjadi primadona dan acuan investor seantero dunia untuk melihat kinerja perusahaan teknologi informasi (TI). Indeks Nasdaq sempat mencapai rekor tertingginya di level 5.048,62 pada Maret 2000, dengan boomingnya perusahaan dotcom.Sisa-sisa kejatuhan Nasdaq, memang masih belum hilang dari ingatan investor yang harus menangis karena menguapnya dana investasi yang sangat besar.Namun masuknya saham Google ke Bursa Nasdaq, seperti melupakan mimpi buruk investor betapa lemahnya fundamental perusahaan IT. Menurut Mace Blicksilver, dari Marblehead Asset Management, seperti dilansir AFP, Selasa (22/11/2005), mengalirnya dana ke sektor teknologi dan Nasdaq semata-mata karena investor ingin meraih keuntungan ."Jika anda ingin memperbaiki portofolio, Nasdaq memberikan sesuatu yang menarik," ujar Mace.Google telah menjadi bintang di pasar saham. Terlihat dari melonjaknya saham ini lebih dari US$ 400 per saham pada pekan lalu. Kenaikan hingga ke level itu hanya butuh waktu 15 bulan dibanding harga penawaran perdana (IPO) di level US$ 85 per saham. Sedangkan pada penutupan Senin kemarin (21/11/2005) harganya naik lagi menjadfi US$ 409,36 per saham.Perusahaan internet terbesar ini juga telah mencengangkan investor dengan keuntungan yang dibukukan mencapai US$ 381,2 juta dan perolehan pendapatan dua kali lipat dari laba pada kuartal terakhir ini.Kapitalisasi pasar Google meroket menjadi US$ 120 juta, lebih besar dari perusahaan minuman terbesar di dunia Coca-Cola atau Time Warner, perusahaan media terbesar."Google telah membantu Nasdaq, yang menyokong dua persen kontribusinya terhadap Nasdaq," kata Mace.Selain Google, saham IT lainnya seperti Apple, Microsoft juga mengalami kenaikan. Sejumlah analis saham memperkirakan pergerakan Nasdaq, seperti akan mengulangi kisah sukses di tahun 2000-2001 saat booming perusahaan dot com.
(ir/)











































