Bursa Masih Tertekan Hingga Semester I 2006

Bursa Masih Tertekan Hingga Semester I 2006

- detikFinance
Selasa, 22 Nov 2005 23:47 WIB
Jakarta - Sampai semester pertama tahun 2006 bursa masih akan mendapat tekanan berat suku bunga dan inflasi. Kondisi tersebut akan membaik pada triwulan keempat tahun 2006 saat inflasi diperkirakan hanya 7-8 persen."Tekanan terberat indeks adalah suku bunga yang terpengaruh inflasi, kalau suku bunga naik maka obligasi tak kan laku dan orang pun berpikir untuk masuk ke saham," kata Chatib usai penyampaian Economic Outlook 2006 yang diadakan Bursa Efek Jakarta di Hotel Dharmawangsa, Selasa (22/11/05).Namun secara umum dikatakan kondisi ekonomi tahun 2006 akan lebih baik dibanding 2005. Menurut Chatib, GDP bisa mencapai titik tertinggi di triwulan ke empat tahun 2006 di titik 6,1 persen. Sedangkan GDP year on year sama dengan tahun 2005 sebesar 5,5 persen.Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Chatibmemprediksi, tahun depan sebesar Rp 9.900 per dolar. Sedangkan inflasi dan SBI sebesar masing-masing 8-9 persen dan 12-13 persen. Dalam kesempatan yang sama, Direktur BEJ mengatakan masih mempelajari kondisi ekonomi sampai akhir tahun untuk memprediksi kondisi tahun depan. Menurutnya dampak inflasi akan berbeda antara tahun ini dengan tahun depan."Kita masih tunggu November dan Desember baru bisa prediksi tahun depan, tapi kita akan hati-hati di kuartal satu," ujar Erry.Menurut Erry awal tahun depan kecenderungan di pasar modal akan berisiko namun hal ini bisa diatasi asalkan bisa memilih saham-saham yang bagus. Chatib memperkirakan saham-saham transportasi, telekomunikasi dan infratruktur masih akan berkembang tahun depan."Karena konsumsi pemerintah akan naik akibat penurunan subsidi BBM. konsumsinya kemana lagi selain ke sektor-sektor itu," urainya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads