BI: Rupiah Terbaik di Asia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Jan 2020 14:41 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menutup tahun 2019, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mengalami penguatan hingga menyentuh level Rp 13.880.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang 2019 mengalami apresiasi yang cukup besar.

"Stabilitas eksternal terlihat dalam pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang 2019, apresiasinya cukup besar kurang lebih 2,68%," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Dia mengungkapkan, ini penguatan ini merupakan yang terbaik di Asia di bawah Thailand dan sejajar dengan Filipina.

"(Rupiah) Merupakan nilai tukar terbaik di Asia, tentu saja di bawah Thailand tapi hampir sama dengan Filipina," katanya.


Perry menyebut aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 2019 sebesar Rp 224,2 triliun dengan komposisi Rp 168,6 triliun masuk ke obligasi pemerintah, Rp 50 triliun ke saham, Rp 3 triliun ke obligasi korporasi dan Rp 2,6 triliun ke sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"Alhamdulillah tahun 2019 ditutup dengan suatu capaian stabilitas eksternal terjaga dengan inflow portofolio cukup besar," jelas dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan penguatan Rupiah yang cukup signifikan di akhir 2019 di bawah 13.900 memang seharusnya terjadi.

"Hal ini karena didukung oleh kondisi faktor global yang mulai kondusif (meskipun tetap harus diwaspadai), pengaruh musiman akhir tahun, valuasi aset finansial domestik yang tetap menarik, serta faktor teknikal," kata Nanang.



Simak Video "Dolar AS Bertahan di Rp 14.380 Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)