Gudang Garam Andalkan Penjualan Rokok Ketengan
Rabu, 23 Nov 2005 13:15 WIB
Jakarta - Perusahaan rokok terbesar di Indonesia PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ternyata mengandalkan penjualan rokok ketengan yang memberikan kontribusi signikan terhadap pendapatan perusahaan."Kontribusi rokok dari pembeli ketengan masih signifikan," kata Direktur GGRM Heru Budiman dalam papaparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, Rabu (23/11/2005).Namun seperti biasa, perusahaan yang berbasis di Kediri ini selalu menolak menjelaskan angka-angka tersebut.Yang jelas, menurut Heru, dengan penjualan yang ada saat ini, pangsa pasar perusahaan mencapai 31,1 persen, yang merupakan tertinggi untuk pasar rokok Indonesia.Untuk tahun depan, Heru memperkirakan akan ada peningkatan disposable income yang kemungkinan akan mendorong volume penjualan. Kapaitas produksi perusahaan saat ini mencapai 120 miliar batang per tahun.Heru memperkirakan, pada tahun depan, terjadi penurunan biaya modal (capital expenditure/capex) karena program peremajaan dan penambahan mesin sudah selesai dilakukan tahun 2005.Perseroan berharap pada tahun 2006 bisa mengurangi utang dengan mempertimbangkan besarnya suku bunga."Kalau sampai 22 persen kemungkinan pelunasannya lebih cepat, tapi kalau cuma 15 persen akan dialokasikan dananya ke dividen," ujar Heru.Mengenai kemungkinan kenaikan harga jual, Heru mengaku, hal tersebut bisa saja dilakukan jika biaya produksi bertambah.Namun kenaikannya akan dilakukan secara bertahap dengan melihat respons pasar. Untuk outlook tahun 2006, Heru menilai, price sensitivity tidak akan besar.Sebenarnya, ungkap Heru, Gudang Garam sudah melakukan penyesuaian harga pada Juni dan Juli terkait dengan kenaikan cukai rokok."Tapi kenaikan cukai itu tidak di-press on 100 persen ke konsumen karena mempertimbangkan daya beli pasar dan pesaing," ujarnya.Untuk kinerja sampai akhir tahun ini, Heru mengaku sulit untuk memprediksi."Kalau dilihat dari agregat, terkadang kondisi inflasi tidak begitu pengaruh ke kita," ujarnya.Sampai September 2005, GGRM membukukan laba bersih Rp 1,622 triliun atau naik 6,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,518 triliun.Akibatnya, laba bersih per saham juga naik menjadi Rp 843 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 789 per saham.Kenaikan laba bersih ini didorong oleh meningkatnya penjualan perusahaan menjadi sebesar Rp 19,401 triliun, naik tipis 2,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 18,875 triliun.
(ir/)











































