Pascamerger, Aset Kalbe Farma Jadi Rp 5 Triliun

Pascamerger, Aset Kalbe Farma Jadi Rp 5 Triliun

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2005 14:07 WIB
Jakarta - Aset perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk pascamerger dengan PT Dankos Laboratories Tbk dan PT Ensevel akan bertambah menjadi 4,8-5 triliun atau naik sebesar 10-20 persen. Perseroan akan meminta persetujuan merger ini kepada pemegang saham pada 29 November 2005. Nantinya konversi saham yang akan dilebur ke Kalbe Farma, setiap satu saham Dankos dikonversi menjadi 1,34 kali saham Kalbe Farma. Sedangkan konversi untuk saham Enseval setara dengan 12,998 kali saham Kalbe, karena Enseval merupakan privat company dan sahamnya hanya sedikit sekitar 400 ribuan. Dengan demikian pascamerger jumlah saham Kalbe meningkat dari 8,1 miliar menjadi 10,1 miliar saham. Sedangkan kapitalisasi pasar meningkat di atas US$ 1 miliar dibanding saat ini US$ 700 juta. Demikian diungkapkan oleh Direktur Keuangan Kalbe Farma, Vidjongtius dalam paparan publik yang berlangsung di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (23/11/2005). Manfaat merger ini, ungkap Vidjongtius, akan mensinergikan operasional yang dampakya memberikan efisiensi dan meningkatkan produktivitas. "Contohnya, untuk persediaan barang 10 hari dengan merger bisa menghemat Rp 80 miliar dan efisiensi itu bisa membantu posisi modal kerja, sehingga bisa menaikkan investasi untuk membayar utang dan meningkatkan dividen," papar Vidjongtius.Sedangkan ekspor yang saat ini hanya sebesar 8 persen dari total penjualan, setelah merger diharapkan menjadi 10 persen. Kedepan, perseroan juga berencana meningkatkan dana riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) menjadi setengah dari nilai penjualan. Sampai triwulan III-2005 penjualan Kalbe sebesar Rp 3,3 triliun naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan sampai akhir tahun diperkirakan mencapai p 4,3 triliun. Penjualan tahun 2006 diharapkan tumbuh 18-20 persen.Untuk biaya investasi (capital expenditure/capex) tahun depan dianggarkan Rp 400 miliar. Sebesar 50 persen digunakan untuk membangun pabrik susu dan sisanya untuk pembelian mesin. Pada tahun ini capex perseroan hanya sebesar 150 miliar. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads