Saham Astra Jeblok, IHSG Turun 5,1 Poin
Rabu, 23 Nov 2005 16:46 WIB
Jakarta - Aksi profit taking akhirnya melanda Bursa Efek Jakarta (BEJ) setelah lima hari berturut-turut pasar saham mengalami kenaikan. Pada penutupan Rabu (23/11/2005), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,124 poin pada level 1.061,080.Investor mencoba untuk merealisasikan keuntungan (gain) dengan melepas koleksi saham unggulannya. Penurunan indeks ini terutama dipicu oleh merosotnya saham Astra Internasional. Indeks LQ-45 turun 1,338 poin pada level 227,663, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,459 poin pada level 181,224, Main Board Index (MBX) turun 1,727 poin pada level 289,465, Development Board Index naik 0,284 poin pada level 216,728.Perdagangan saham di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 8.012 kali, pada volume 978.690 lot saham, senilai Rp 695,788 miliar. Sebanyak 40 saham naik, 46 saham turun dan 276 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 9.100, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.250, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.150, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.250, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 menjadi Rp 3.000, Timah (TINS) turun Rp 20 menjadi Rp 1.500, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 10 menjadi Rp 1.010. Sedangkan saham-saham yang yang naik harganya di top gainer antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 175 menjadi Rp 3.325, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.225, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 5.500, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 20 menjadi Rp 850, Semen Cibinong (SMCB) naik Rp 15 menjadi Rp 465.
(ir/)











































