Jual Aset, Laba Bersih Bakrie 2005 Turun Jadi Rp 270 Miliar
Rabu, 23 Nov 2005 17:54 WIB
Jakarta - Laba bersih PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sampai akhir tahun 2005 bakal tergerus hampir Rp 100 miliar menjadi Rp 270 miliar dibanding perolehan sampai triwulan III-2005 yang sebesar 479,4 miliar, karena perusahaan akan menjual aset yang tidak produktif. "Laba berkurang karena kita akan melepas aset dan anak perusahaan yang tidak memberikan kontribusi signikan yang kebanyakan berasal dari sektor infrastruktur," kata Direktur Keuangan BNBR, Juanita Rohali dalam paparan publik yang berlangsung di Klub Rasuna Kuningan, Jakarta, Rabu (23/11/2005).Menurut Juanita, jika perusahaan tidak melakukan penjualan aset tersebut, maka laba bersih sampai akhir tahun akan bertambah sekitar Rp 50 miliar."Tapi kita sedang kaji anak perusahaan dan aset mana yang akan di write off," ujar Juanita.Proyek 2006Sementara itu Dirut BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, meski sampai semester satu 2006, keadaan ekonomi masih cukup berat, namun pihaknya optimistis kinerja tahun depan tetap akan mengalami pertumbuhan yang baik."Kita cukup optimistis karena kita sudah memegang beberapa proyek infrastruktur," ujar Bobby.Dijelaskan untuk tahun 2006 anak perusahaannya PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI) yang bergerak di industri pembuatan pipa, telah mendapat dua kontrak yaitu dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan Kondur Petroleum SA.SEAPI telah menandatangani kontrak kerja dengan PGN untuk pembangunan pipa gas bawah laut Labuhan Maringgai-Muara Bekasi dengan total nilai US$ 84,2 juta. Dalam kontrak yang dilakukan melalui konsorsium itu, SEAPI mendapatkan bagian US$ 65,8 juta. Total volume penyediaan pipa sebanyak 52,7 ribu ton yang 42,7 ribu diantaranya adalah bagian kontrak SEAPI 42,7 ribu ton. Pelaksanaan pembangunan pipa bawah laut ini akan efektif mulai Januari 2006.Selain itu, SEAPI juga sudah menandatangani MoU dengan PT Indogas untuk menjadi supplier pipa dalam proyek pipanisasi gas Dumai-Medan sepanjang 530 kilometer milik Kondur Petroleum SA senilai US$ 400 juta. Kontrak ini akan dilaksanakan pada akhir 2006.Anak perusahaan lainnya juga PT Bakrie Pipe Industries, tengah mengikuti tender pipa gas dari Bekasi dan beberapa sentra produksi di Jawa Barat dengan total kontrak Rp 373,8 miliar. Untuk sektor telekomunikasi, anak perusahaannya PT Bakrie Telecom akan melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada awal tahun 2006. Dana dari hasil IPO ditargetkan mencapai Rp 750 miliar yang digunakan untuk belanja modal dan operasionalSedangkan di sektor perkebunan, melalui PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (BSP), akan menambah lahannya di Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah seluas 150 ribu hektar. Sehingga total biaya investasi atau capital expenditure (capex) 2006 mencapai Rp 1 triliun.Pendanaanya berasal dari IPO Bakrie Telecom dan penerbitan obligasi atu kerja sama dengan pihak asing dari Timur Tengah untuk BSP.
(ir/)











































