Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Jan 2020 14:03 WIB

Nasabah Bongkar Modus Perusahaan Benny Tjokro Kumpulkan Dana Masyarakat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Masalah yang menimpa PT Hanson International Tbk saat ini makin rumit. Nasabahnya ramai-ramai meminta uangnya dikembalikan, namun Hanson mengaku tak punya uang, sehingga menawarkan aset berupa rumah atau tanah.

Sebenarnya bagaimana modus perusahaan milik Benny Tjokro ini dalam menghimpun dana masyarakat?

Salah satu nasabah yang namanya tak ingin disebutkan menceritakan, 2 tahun yang lalu ia ditawarkan oleh marketing perusahaan Hanson.


Hanson disebut perusahaan properti yang memiliki banyak tanah atau lahan mulai dari Maja sampai Rangkas Bitung.

"Marketingnya bilang, kalau uang kita dipinjam Hanson, selain dapat bunga juga ada jaminan tanah atau rumah dengan nilai 1:1," ujar dia kepada detikcom, Rabu (8/1/2020).

Dia mengungkapkan, produk yang ia beli waktu itu adalah medium term notes (MTN) jangka pendek saat itu Hanson menjanjikan suku bunga di kisaran 9-10%.


Saat itu dirinya percaya dengan penjelasan marketing Hanson. Pasalnya, yang digunakan adalah laporan keuangan yang moncer.

"Waktu itu marketing meyakinkan kalau Hanson sehat, melalui laporan keuangan. Eh ternyata laporan keuangan itu dipalsukan, bahkan ditegur oleh OJK," jelas dia.

Dia menceritakan, Hanson juga menggunakan marketing freelance dan bukan karyawan tetap. Hal ini membuat pengaduan dari nasabah menjadi sulit.


Nasabah Bongkar Modus Perusahaan Benny Tjokro Kumpulkan Dana Masyarakat


Simak Video "Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya, Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com