Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jan 2020 07:56 WIB

Curhat Nasabah Hanson, Harap-harap Cemas Uang Bisa Kembali

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Curhat Nasabah Hanson, Harap-harap Cemas Uang Bisa Kembali. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nasabah PT Hanson International Tbk saat ini sedang harap-harap cemas uang yang diinvestasikannya bisa kembali. Pasalnya, perusahaan mengaku tak punya uang untuk membayarkan hak para nasabah yang selama ini menjadi sumber dana.

Hanson menawarkan opsi yakni memberikan aset berupa tanah atau rumah di wilayah Maja dan Parung Panjang. Namun nasabah merasa dipaksa untuk mengambil opsi tersebut.

Bagaimana curhatan duka nasabah tersebut? Bagaimana pula modus Hanson menarik nasabah?

Salah satu nasabah yang namanya tak ingin disebutkan menceritakan, 2 tahun yang lalu ia ditawarkan oleh marketing perusahaan Hanson.

Hanson disebut perusahaan properti yang memiliki banyak tanah atau lahan mulai dari Maja sampai Rangkas Bitung.

"Marketingnya bilang, kalau uang kita dipinjam Hanson, selain dapat bunga juga ada jaminan tanah atau rumah dengan nilai 1:1," ujar dia kepada detikcom, Rabu (8/1/2020).

Dia mengungkapkan, produk yang ia beli waktu itu adalah medium term notes (MTN) jangka pendek saat itu Hanson menjanjikan suku bunga di kisaran 9-10%.

Saat itu dirinya percaya dengan penjelasan marketing Hanson. Pasalnya, yang digunakan adalah laporan keuangan yang moncer.

"Waktu itu marketing meyakinkan kalau Hanson sehat, melalui laporan keuangan. Eh ternyata laporan keuangan itu dipalsukan, bahkan ditegur oleh OJK," jelas dia.

Dia menceritakan, Hanson juga menggunakan marketing freelance dan bukan karyawan tetap. Hal ini membuat pengaduan dari nasabah menjadi sulit.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com