Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Jan 2020 07:00 WIB

Jatuh-Bangun Rupiah hingga Kembali Perkasa

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi rupiah dan dolar AS/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi rupiah dan dolar AS/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS awal 2020 ini terus menguat. Akhir pekan ini, rupiah tercatat paling kuat sejak Juni 2018.

Bank Indonesia (BI) menilai penguatan terjadi karena ekspektasi pasar yang membaik terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu juga ada faktor eksternal yang juga mendukung kondisi di dalam negeri.

Bagaimana perjalanan rupiah yang sempat menyentuh Rp 15.000an hingga kembali ke bawah Rp 14.000? Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah menjelaskan selain faktor global, penguatan Rupiah memang seharusnya terjadi sejalan dengan defisit transaksi berjalan yang akan terus membaik dan tingkat inflasi di Indonesia yang rendah dan stabil.

Mengutip Reuters tercatat rupiah pagi ini menguat hingga ke Rp 13.759/US$.

"Rupiah akan bergerak sejalan dengan mata uang di regional," ujar Nanang saat dihubungi detikcom, Jumat (10/1/2020).


Dia menjelaskan angka hari ini merupakan nilai rupiah yang paling kuat sejak Juni 2018. Pada periode Juni 2018 ini nilai tukar tercatat Rp 13.872 kemudian terus melemah ke posisi Rp 14.404.

Pada 2018 Rupiah sempat melemah ke level Rp 15.000-an yakni tertinggi di angka Rp 15.253 per dolar AS pada 11 Oktober 2018. Kemudian kembali berangsur masuk ke level Rp 14.972 pada 5 November 2018 dan bertahan di level Rp 14.000an hingga 25 Februari 2019.

Kemudian menguat ke level Rp 13.970 pada periode Juli 2019 dan kembali masuk level Rp 14.001 pada 16 Juli 2019. Lalu kembali masuk level Rp 13.983 pada 20 Desember 2019 dan awal tahun ini Rupiah terus mengalami penguatan.

Nanang melanjutkan, di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian, Indonesia perlu melanjutkan pengelolaan kebijakan makro ekonomi yang konsisten dan pruden. Selain itu melanjutkan langkah langkah kebijakan struktural yang konkret untuk memperbaiki struktur ekonomi, sehingga kepercayaan investor global ke Indonesia akan lebih kuat.

Hingga pukul 09.30 WIB, dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 13.779-13.853.

Pergerakan dolar AS terhadap rupiah cenderung terus menurun pasca serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Irak. Sejak 6 Januari 2020, nilai tukar dolar AS yang awalnya ada di level Rp 13.940 terus turun hingga saat ini di posisi Rp 13.779.

Dari data RTI, dolar AS pagi ini tercatat melemah 45 poin (0,32%). Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah bertengger di posisi Rp 13.805.

Rupiah tercatat jadi mata uang paling kuat menekan mata uang Paman Sam pagi ini, disusul ringgit Malaysia dan dolar Singapura. Adapun dolar AS pagi ini paling kuat terhadap won Korsel, yuan China, dan peso Filipina.

Sementara rupiah pagi ini terpantau hijau terhadap seluruh mata uang negara utama dunia. Rupiah tercatat paling unggul terhadap won Korsel, peso Filipina, dan dolar Kanada.

Bagaimana kondisi fundamental Indonesia, mendukung penguatan rupiah? Klik halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mantap! Rupiah 'Merangkak' Menguat Rp 13.990/Dolar AS"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com