IHSG Diproyeksi Masih Kuat Nanjak

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 14 Jan 2020 08:57 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -
IHSG ditutup menguat di level 6,296.57 (+0.35%). Penguatan didorong oleh Misc-IND (+1.03%) dan Consumer (+0.85%). IHSG ditutup menguat didorong oleh sentimen perang antara Amerika Serikat dan Iran yang mereda. Penguatan rupiah juga turut mendorong menjadi sentiment positif.
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,907.05 (+0.29%), NASDAQ ditutup 9,273.93 (+1.04%), S&P 500 ditutup 3,288.13 (+0.70%).
Bursa US ditutup menguat setelah adanya kabar bahwa US akan menghilangkan China dari daftar negara yang memanipulasi mata uangnya. Hal ini memberikan sinyal positif pada investor bahwa perjanjian dagang fase 1 antara US-China yang akan ditanda tangani pada tanggal 15 Januari 2020 ini semakin mungkin terjadi.
Perjanjian dagang fase 1 ini diekspektasi akan menurunkan tarif impor produk dari China ke dalam US dan pengikatan kontrak China untuk membeli hasil agrikultur dari US. Di sisi lain, bursa Asia dibuka positif atas optimisme pasar terhadap penandatanganan perjanjian dagang fase 1 dan data ekonomi China terkait export yang akan diumumkan pada hari ini.
IHSG diprediksi menguat. Perhatian investor masih akan tertuju kelanjutan dari perang antara Amerika Serikat dan Iran. Secara teknikal indikator stochastic mulai menyempit dan membentuk goldencross mengindikasikan adanya potensi penguatan dalam jangka pendek.
Resistance 2 : 6,317
Resistance 1 : 6,307
Support 1 : 6,278
Support 2 : 6,259




Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)