Antam Garap Tiga Mega Proyek

Antam Garap Tiga Mega Proyek

- detikFinance
Kamis, 24 Nov 2005 18:03 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) akan menggarap tiga mega proyek sampai 2010. Menurut Direktur Utama Antam Dedy Aditya Sumanagara, ketiganya merupakan rencana strategis Antam untuk meningkatkan pertumbuhan dan nilai perusahaannya di masa mendatang.Proyek-proyek tersebut adalah proyek Chemical Grade Alumina Tayan yang akan efektif 2008-2009, FeNi IV pada 2010, dan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) di tahun 2010. Dedy mengatakan ketiga proyek itu rencananya akan dilaksanakan dalam bentuk kerjasama pembiayaan dengan pihak luar (project financed).Proyek Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan adalah proyek penambangan dan pengolahan terintegrasi untuk memproduksi 300 ribu CGA ton per tahun dengan mengolah 800 ribu ton per tahun cadangan bauksit di Tayan,Kalimantan Barat. Nilai proyek ini sebesar US$ 220 juta dan sekarang tengah dalam proses penyelesaian perjanjian kerjasama (joint venture)."Akhir tahun ini diperkirakan kerjasama telah terwujud," kata Dedy dalam konferensi pers di BEJ, Jakarta, Kamis (24/11/05).Sedangkan proyek FeNi IV di Kepulauan Nusa Halmahera, adalah proyek produksi feronikel dengan nilai proyek sebesar US$ 650 juta yang dikerjakan bersama dengan perusahaan asal Korea Selatan, POSCO. Kapasitas produksi dari pabrik FeNi IV ini direncanakan sebesar 30 ribu ton nikel per tahun.Sementara proyek ketiga adalah proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) yang juga berlokasi di Nusa Halmahera. Proyek ini adalah proyek pemanfaatan cadangan nikel limonit dengan kapasitas produksi 50 ribu ton per tahun dengan nilai proyek US$ 1 miliar. Mengenai prediksi turunnya harga komoditas pertambangan di pasar dunia tahun depan, menurut Dedy hal itu tidak akan berpengaruh banyak ke kinerja keuangan Antam. Perusahaan sendiri memperkirakan harga nikel berkisar antara US$ 6-7 per lbs sampai dengan 2007, sementara harga emas akan mencapai US$ 439-450 per ons."Meski diprediksi turun tahun depan, tapi Antam masih cukup aman karena harga komoditasnya berada di atas US$ 5 per lbs," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads