Kinerja Perusahaan Ikan Arwana yang 'Dipelihara' Asabri dan Jiwasraya

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 14 Jan 2020 16:10 WIB
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) memiliki portofolio yang mirip. Kedua BUMN itu sama-sama memiliki investasi di saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).

IIKP merupakan perusahaan peternakan ikan khususnya ikan arwana. Perusahaan ini dulunya bernama PT Inti Kapuas Arowana Tbk.

IIKP sendiri mulai mencatatkan saham perdananya di pasar modal Indonesia pada 14 Oktober 2002. Saat dicatatkan pertama kali IIKP menawarkan sahamnya di level Rp 450 per lembar saham. Kini sahamnya berada di level paling dasar Rp 50 alias saham gocap.

Jika dilihat secara kinerja, perusahaan ini memiliki kinerja keuangan yang terbilang mengecewakan. Pada laporan keuangan semester I-2019 IIKP mengalami kerugian bersih Rp 6,78 miliar. Rugi itu naik dari periode yang sama di 2018 sebesar Rp 5,7 miliar.

Perusahaan ini memperoleh penjualan bersih Rp 7,4 miliar. Namun sayang beban pokok penjualan begitu besar Rp 12,35 miliar sehingga rugi kotor mencapai Rp 4,9 triliun.

Perusahaan ini juga hanya memiliki jumlah aset sebesar Rp 292,3 miliar di 30 Juni 2019. Aset itu turun dari posisi 31 Desember 2018 sebesar Rp 298,3 miliar.

Jumlah aset itu terdiri dari jumlah aset lancar sebesar Rp 22,78 miliar dan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp 269,5 miliar.



Perusahaan juga memiliki utang yang cukup besar. Tercatat total liabilitas perusahaan mencapai Rp 292,3 miliar.

Jiwasraya sendiri berinvestasi di saham IIKP melalui sederet reksadana. Sementara Asabri tercatat memiliki secara langsung.

Menurut data RTI per 31 Desember 2019, Asabri tercatat memegang saham IIKP sebanyak 1,82 miliar lembar saham atau setara 5,44% dari seluruh modal yang disetor perusahaan.

Untuk Jiwasraya sendiri, menurut laporan hasil pemeriksaan BPK 2016, pada 2015 Jiwasraya memiliki 14 reksadana non asuransi sebesar Rp 8,89 triliun. Kepemilikan Jiwasraya dari 14 reksadana itu beragam mulai dari 54,77% hingga 100% atau memegang seluruhnya.

Total nilai dari 14 reksadana yang dimaksud adalah Rp 9,3 triliun. Itu artinya Jiwasraya memegang paling banyak dari 14 reksadana itu.

Komposisi dari 14 reksadana itu sebesar 99,64% atau Rp 9,29 triliun saham. Menariknya lagi, dari angka itu sebesar Rp 6,39 triliun ada di saham emiten ikan arwana tersebut alias IIKP.

Dari komposisi pemegang saham IIKP saat itu, ternyata paling besar merupakan instrumen reksadana sebesar 38,89% yang terdiri dari reksadana DET I, TFI (X) - TRA Ordinary I, KFT dan MRF III. Keempat reksadana itu dimiliki mayoritas oleh Jiwasraya.

Kepemilikan tersebut belum memperhitungkan penyertaan melalui reksadana lainnya yang juga berinvestasi di saham IIKP. Menurut data BPK pada 2015 secara tidak langsung kepemilikan Jiwasraya atas saham IIKP adalah sebesar 49,26% atau dengan kata lain secara tidak langsung Jiwasraya menjadi pemegang saham terbesar IIKP.



Simak Video "Jokowi Minta Erick Thohir cs 'Beresin' Kasus Jiwasraya-Asabri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)