Benny Tjokro Dibui, Nasabah Hanson Pengin Duit Dikembalikan

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2020 13:48 WIB
Foto: Benny Tjokro (CNBC)
Jakarta - Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus Jiwasraya setelah menjalani rangkaian proses pemeriksaan.

Penahanan Benny pun semakin membuat para nasabah surat utang Hanson International semakin khawatir. Mereka mempertanyakan kejelasan dana yang telah diinvestasikan.

Salah satunya investor asing yang enggan disebutkan namanya. Dia menekankan bahwa Benny masih memiliki tanggung jawab di permasalahan yang berbeda dengan Jiwasraya.

"Dia yang meninggalkan investor ini tanpa dana mereka, sekarang ditangkap karena melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda," ujarnya kepada detikcom, Rabu (15/1/2020).


Pria asal Selandia Baru ini berinvestasi pada surat utang Hanson sekitar Rp 2 miliar di Bali. Meski begitu, dirinya masih akan memperjuangkan dananya dengan memegang bukti kontrak investasi.

"Sejauh yang saya tahu Hanson masih dalam bisnis dan kontrak kami masih berlaku. Jika kontrak perlu diuji di pengadilan maka itu yang akan kita lakukan," ujarnya.

Lalu investor lokal yang juga namanya ingin dirahasiakan mengungkapkan para nasabah Hanson setelah mendengar kabar penahanan Benny langsung melakukan rapat untuk menetukan langkah yang akan diambil investor.

"Semalam perkumpulan nasabah sudah bertemu, meeting membahas masalah ini. Ya intinya semua nasabah tetap ingin dananya segera cair," tuturnya.



Sementara itu, detikcom sudah berusaha menghubungi Bob Hasan, selaku kuasa hukum dari Benny dan Hanson International. Namun baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, Bob belum merespons.

Hanson sendiri memiliki masalah yang berbeda dengan kasus Jiwasraya. Perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap para investor yang memegang surat utang.

Lantaran perusahaan kas perusahaan sudah kering, pihak Hanson menawarkan 2 skema. Pertama restrukturisasi utang yang dibayar secara bertahap selama 4 tahun, kedua ditukarkan dengan aset tanah kavling.

Simak Video "Skandal Jiwasraya, Benny Tjokro Bungkam soal Keterlibatan Grup Bakrie"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)