Ekonomi Tidak Kondusif, Laba United Tractors Turun
Jumat, 25 Nov 2005 17:52 WIB
Jakarta - Perusahaan distributor alat berat dan kontraktor pertambangan PT United Tractors Tbk (UNTR) memperkirakan laba bersih akhir tahun 2005 dan tahun 2006 akan menurun.Penurunan ini terjadi karena menurunnya perolehan pendapatan akibat naiknya harga BBM, suku bunga, dan pelemahan nilai tukar rupiah.Sampai September 2005, laba bersih yang dibukukan UNTR sebesar Rp 809 miliar turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 834 miliar. Sedangkan laba bersih sepanjang tahun 2004 mencapai Rp 1,099 triliun."Penurunan laba ini dikarenakan turunnya penjualan akibat pelanggan melakukan penundaan pembelian produk karena pengaruh suku bunga, BBM dan nilai tukar rupiah, sehingga pembeli bernegosiasi kembali," kata Direktur Keuangan UNTR Buntoro Mulyono dalam acara paparan publik di Hotel Four Seassons, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/11/2005).Namun penurunan tersebut, kata Mulyono, tidak akan terlalu memberikan pengaruh signifikan pada kinerja perusahaan. Pasalnya, perseroan masih mengandalkan kontribusi penjualan dari spare part and service."Tahun ini saja keuntungan penjualan dari spare part and service sudah bisa membiayai biaya operasional, karena keuntungan dari sektor ini cenderung stabil," katanya.Sampi akhir tahun 2005, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan sampai Rp 12 triliun. Sedangkan dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai Rp 9,779 triliun. Pendapatan tersebut dari penjualan mesin konstruksi sebesar 55 persen dan kontraktor pertambangan 45 persen.Untuk kontribusi sektor pertambangan ini, perseroan mengandalkan pemasukan dari anak perusahaan PT Pama Persada Nusantara. Pada tahun depan anak perusahaan ini menargetkan kontrak dalam jangka panjang dan perusahaan yang memiliki cadangan batubara besar.
(ir/)











































