Asahimas Naikkan Harga Produk 5-10%

Asahimas Naikkan Harga Produk 5-10%

- detikFinance
Jumat, 25 Nov 2005 17:54 WIB
Jakarta - PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) akan menaikkan harga jual produknya antara 5-10 persen pada Desember mendatang, akibat tekanan kenaikan harga BBM.Asahimas yang memproduksi kaca otomotif ini mengalokasikan 30 persen biaya produksi untuk BBM."Seharusnya kenaikan harga dilakukan sejak November, tapi karena pelanggan meminta penundaan, maka paling cepat akan dilakukan Desember mendatang," ujar Direktur Keuangan PT Asahimas, Rusli Pranadi, dalam public expose di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, Jumat (25/11/2005).Sampai akhir tahun ini, perseroan memperkirakan peningkatan penjualan sebesar 15 persen dibanding tahun lalu. Pertumbuhan 15 persen, menurut Rusli, lebih tinggi dibandingkan target penjualan sampai akhir tahun yang semula diperkirakan 10 persen.Sedangkan laba bersih akhir tahun juga diperkirakan masih akan tumbuh, akibat adanya laba kurs karena melemahnya nilai tukar rupiah. Separuh penjualan perusahaan ditujukan untuk ekspor di beberapa negara Asia.Untuk tahun 2006, Rusli mengaku tidak terlalu optimistis, mengingat tahun depan diperkirakan terjadi penurunan penjualan otomotif.Sampai September, perseroan telah membayar utang jangka panjang sebesar US$ 10 juta dan utang jangka pendek US$ 2,5 juta. Sedangkan pada Desember mendatang, perusahaan akan kembali membayar utang jangka panjang sekitar US$ 2-3 juta.Sementara Sales and Marketing Manager PT Asahimas, Muhammad Amin mengakui, ekspor kaca ke Cina tahun ini cenderung turun karena munculnya produsen kaca di Cina.Nilai ekspor ke Cina sebesar 10-15 persen, Jepang 25 persen dan Korea 10-15 persen dari seluruh penjualan."Dengan turunnya ekspor ke Cina, kita akan cari target pasar baru, seperti Australia dan New Zealand, termasuk Timur Tengah," ujar Rusli.Saat ini perseroan juga menghadapi persaingan masuknya impor kaca dari Cina yang menawarkan harga lebih rendah. "Kita harap pemerintah memperhatikan impor kaca dari laut karena bea masuk kaca sangat rendah, hanya 5 persen," kata Rusli. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads