Pemerintah Tunjuk Kimia Farma & Indofarma Produksi Tamiflu

Pemerintah Tunjuk Kimia Farma & Indofarma Produksi Tamiflu

- detikFinance
Sabtu, 26 Nov 2005 14:07 WIB
Jakarta - Dua perusahaan farmasi plat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) akan ditunjuk pemerintah sebagai produsen pembuat Tamiflu, obat penangkal penyakit flu burung."Saya akan memberikan keterangan resmi tentang keputusan bahwa RI boleh memproduksi Tamiflu untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam menghadapi pandemi flu burung," kata Menkes Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di Gedung Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2005).Badan Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) sudah mengizinkan produksi Tamiflu made in Indonesia. Dengan adanya lisensi tersebut, Indonesia dipastikan tidak akan mengimpor Tamiflu lagi dalam bulan-bulan ke depan. Tamiflu buatan dua BUMN farmasi ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan stok Tamiflu minimal 22 juta tablet yang berasal dari 10 persen jumlah penduduk. Kimia Farma dan Indofarma diperkirakan memerlukan waktu antara 3-5 bulan. "Pembuatan Tamiflu ini hanya untuk kebutuhan pemerintah dan tidak untuk diperjualbelikan," kata Menkes yang didampingi Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun dan pejabat WHO, Steve B Jorge.Nantinya, untuk tahap pertama, penyebaran tablet Tamiflu buatan dalam negeri akan dilakukan di tiga wilayah, yakni Jawa Barat, DKI dan Banten. Karena warga di tiga wilayah inilah yang paling banyak terserang gejala flu burung.Kebutuhan Tamiflu di dalam negeri, imbuh Menkes, sangat tinggi. Saat ini jumlah Tamiflu yang tersedia hanya 800 ribu tablet. Jumlah tersebut dianggap masih kurang.Mengenai biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi Tamiflu, Menkes mengatakan, masih dalam perhitungan karena pemerintah akan melihat row material (bahan baku)-nya dulu. Saat ini bahan baku pembuatan Tamiflu berasal dari tumbuhan yang hidup di Cina dan Korea.Menkes juga belum bisa memastikan asal dananya, apakah dari APBN atau donatur. "Tapi ada kemungkinan dari dua-duanya," kata dia. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads