Bos Baru Buka Suara soal Deretan Kontroversi Garuda

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 23 Jan 2020 18:04 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra/Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom
Tangerang -

Sejumlah kontroversi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terjadi mulai dari laporan keuangan yang dipoles hingga puncaknya kasus Harley-Davidson dan Brompton ilegal.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya akan berupaya memperbaiki tata kelola manajemen satu per satu. Namun demikian, dia berharap agar publik bisa membedakan apa yang terjadi selama ini antara fakta atau sekadar persepsi.

"Ada fakta, ada persepsi. Itu beda. Mohon dipahami, yang berkembang selama ini bisa jadi 100% tidak benar. Good corporate governance pasti akan kita jalani," katanya saat ditemui dalam jumpa pers di Kantor Pusat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (23/1/2020).


Pihaknya juga memastikan seluruh tata kelola perusahaan bisa dilakukan dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menunjuk akuntan publik big four.

"Garuda sudah memutuskan untuk menggunakan auditor big four yang sangat ketat. Saat ini sedang berlangsung. Kita sangat siap jika ditemukan hal-hal yang perlu dikoreksi. Kita akan terapkan GCG sepenuhnya sesuai arahan Pak Menteri (BUMN)" ungkapnya.

Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sejumlah pekerjaan rumah untuk para direksi Garuda yang baru ditunjuk. Setidaknya, ada tiga poin besar pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, di antaranya soal harga tiket, keamanan, dan keuntungan atau kinerja perseroan.

Bos Baru Buka Suara soal Deretan Kontroversi Garuda



Simak Video "Logo RANS Terpampang di Pesawat Garuda, Kerjasamakah?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)