Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Jan 2020 07:30 WIB

Heboh Jiwasraya Bikin Perdagangan Pasar Modal Lesu?

Danang Sugianto - detikFinance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada penutupan perdagangan sore hari. IHSG meluncur tajam 138,535 poin (3,21%) ke level 4.174,983. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Sejak meledaknya kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), pasar modal Indonesia cenderung melesu. Transaksi saham turun drastis dari biasanya.

Kasus Jiwasraya memang sangat berkaitan dengan pasar modal. Ada beberapa saham yang sudah disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbau Jiwasraya.

Selain itu Kejaksaan Agung dikabarkan juga akan meminta otoritas pasar modal memblokir rekening efek yang kabarnya jumlahnya sangat banyak. Apalagi 2 dari 5 tersangka kasus Jiwasraya merupakan orang tenar di kalangan investor pasar modal.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo mengakui bahwa rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) mengalami penurunan yang mencapai 22%. Namun penurunan RNTH ternyata juga dialami negara tetangga.

"Memang kita lagi turun, tapi tidak sendirian turun di ASEAN. Dari 6 negara ASEAN tersebut 4 turun, yang naik 2. Filipina kurang lebih flat. Ini perbandingan RNTH 2019 full year, sama RNTH 2020 year to date. Kalau di Thailand naiknya 18%, itu tertinggi di ASEAN, Filipina hanya naik 0,6%, Singapura turun 7%, Malaysia dan Indonesia sama turun 22%, Vietnam turun 53%. Jadi kalau dibilang turun ya memang turun, tapi secara regional juga turun," tuturnya saat berbincang dengan detikcom.

Penurunan transaksi di pasar modal juga ternyata terjadi bukan hanya di investor ritel tapi juga investor institusi. Menurut catatan Laksono RNTH untuk investor institusi turun 30%, sementara investor ritel turun 32%.


Laksono melihat penurunan nilai transaksi di pasar modal belakangan ini bisa jadi lantaran investor memindahkan dananya ke instrumen obligasi. Sebab yield obligasi belakangan mengalami penurunan dengan diiringi kenaikan harga.

Meskipun dia tidak menampik kemungkinan ada juga pengaruh dari hebohnya kasus Jiwasraya. "Apakah ada pengaruh kejadian belakangan ini, pasti iya ada pengaruhnya. Dalam hal misalnya kasus Jiwasraya, itu pasti ada dampaknya juga, tapi secara general marketnya turun," ujarnya.

Meski begitu, pasar modal Indonesia tidaklah buruk. Dari sisi kapitalisasi pasar, Indonesia tertinggi dari 6 negara di ASEAN.

"Kapitalisasi pasar Indonesia itu sekarang yang tertinggi di 6 ASEAN countries mencapai US$ 530 miliar. Nomor 2 nya Thailand US$ 522 miliar, lalu Singapura US$ 492 miliar, Malaysia US$ 400 miliar, Filipina US$ 262 miliar dan Vietnam US$ 192 miliar," tutupnya.





Simak Video "Panja Jiwasraya Akan Panggil Pihak Baru yang Telah Dicurigai"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com