MRT Jakarta Makin Mantap Mau Jual Saham di Pasar Modal

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2020 16:43 WIB
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar
Foto: Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

PT MRT Jakarta semakin mantap untuk melakukan initial public offering (IPO) pada 2022 mendatang. Lantaran, perusahaan transportasi publik ini, sepanjang 2019 lalu berhasil meraup laba hingga Rp 70 miliar.

"Kami sudah diskusi dengan beberapa ahli soal (IPO) ini, salah satu syaratnya yaitu kan tiga tahun berturut-turut harus meraih laba dengan konsisten naik, tahun lalu sudah capai laba Rp 60 miliar sampai Rp 70 miliar, kalau tahun-tahun berikutnya naik, tentu rencana itu bisa kita wujudkan," ujar Presiden Direktur MRT Jakarta William Sabandar dalam diskusi media di Hotel All Season, Thamrin, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurut William, untuk laba tahun ini, pihaknya memproyeksi bisa mencapai Rp 200 miliar-Rp 250 miliar dan tahun 2021 naik mencapai Rp 300 miliar-Rp 350 miliar.

Akan tetapi, masalah pendanaan untuk ekspansi bukan satu-satunya alasan perusahaan akan melantai di bursa.

William menyampaikan bila perusahaan sehat dan publik ingin berinvestasi maka hal itu merupakan peluang. Apalagi pihaknya ingin mengelola jalur 230 km MRT di Jakarta pada tahun 2030 mendatang.

"Kami ingin governance bagus, maka publik harus kontrol. Sekarang saja laporan keuangan kami taruh di website tidak ditutup-tutupi jadi ada budaya akuntabel dan itu bagus," tambahnya.

Dengan IPO nantinya, pihaknya berharap juga bisa mendapatkan dana dari publik namun dirinya belum menyebut berapa dana yang diincar perusahaan.

"Saya belum bisa bicara banyak soal target dana IPO, saya baru bisa bicara itu akhir 2020 kalau melihat progres labanya, ya kita lihat ke depan saja dengan tetap konsisten memberikan pelayanan yang terbaik," pungkasnya.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)