Transaksi Saham Tipis, IHSG Naik 6,6 Poin
Senin, 28 Nov 2005 16:49 WIB
Jakarta -
Pelaku pasar memilih untuk menahan pembelian dalam jumlah besar karena minimnya insentif di pasar. Namun di tengah sepinya transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin (28/11/2005) masih mengalami kenaikan 6,660 pada level 1.081,060 karena aksi beli selektif saham unggulan. Investor masih menantikan hasil data inflasi November 2005 yang akan keluar pada 1 Desember 2005, sebelum menentukan keputusan investasi selanjutnya.Sejumlah saham blue chip yang mengalami tekanan pada akhir pekan lalu mulai naik karena investor melakukan pembelian sangat selektif, mengantisipasi window dressing akhir tahun.Indeks LQ-45 naik 1,777 poin pada level 232,987, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,000 poin pada level 184,717, Main Board Index (MBX) naik 1,930 poin pada level 295,913 dan Development Board Index (DBX) naik 0,858 poin pada level 216,397.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi yang terjadi sebanyak 8,622 kali, pada volume 890.857 lot saham, senilai Rp 551,717 miliar. Sebanyak 51 saham naik, 43 saham turun dan 268 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 175 menjadi Rp 3.000, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.350, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.350, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 25 menjadi Rp 3.250, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 25 menjadi Rp 3.875.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 9.150, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 6.150, International Nickel Corporations (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 12.750, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 50 menjadi Rp 3.175, dan Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 30 menjadi Rp 970.
(ir/)










































