Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Feb 2020 10:50 WIB

Usai Babak Belur, Bursa China Bangkit Lawan Virus Corona

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Enam Perusahaan China Dikeluarkan Dari Bursa Saham di Australia Di Tahun 2018 Foto: ABC Australia
Jakarta -

Kekhawatiran akan menyebarnya virus Corona membuat bursa saham China babak belur hingga memberi sentimen negatif pada bursa saham Asia kemarin.

Hari ini, bursa saham China bangkit melawan Virus Corona hingga berdampak baik pada bursa saham Asia, Australia dan AS.

Mengutip CNBC, Selasa (4/2/2020), bursa saham China kembali ke wilayah positif. Perdagangan Asia juga menunjukkan tren hijau. Hal ini karena para investor menimbang kembali dampak ekonomi dari wabah mematikan ini.

Dalam perdagangan Selasa, indeks komposit Shanghai naik sekitar 0,5% dan komponen Shenzhen juga naik 1,25%. Komposit Shenzhen bahkan naik 0,158%. Sementara, Indeks Hang Seng Hong Kong juga melonjak 1,11%.

Di Jepang, bangkitnya China melawan corona berpengaruh pada saham Nikkei 225, yang kembali pulih ke 0,19%. Sementara indeks Topix naik ke 0,33%. Adapun Kospi Korea Selatan saham nya melonjak 1,46%.

Sementara itu, saham di Australia juga mengalami kenaikan dengan S&P / ASX 200 naik ke angka 0,37%. Hal ini juga berpengaruh pada saham Amerika Serikat yang sebelumnya diwarnai aksi jual saham. Dow Jones Industrial Average ditutup 143,78 poin lebih tinggi pada 28.399,81.

Sementara S&P 500 menguat 0,7% mengakhiri perdagangannya di 3.248,92. Alhasil, Nasdaq Composite ditutup 1,3% lebih tinggi pada 9.273,40.

Diketahui, para investor kemungkinan akan terus mengamati perkembangan wabah virus mematikan ini, sehingga bisa meminimalisir dampak potensial terhadap ekonomi Asia.



Simak Video "Desa di Kabupaten Barru Melakukan Karantina Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com